“Jelajahi kripta misterius di bawah prang utama yang pernah dipenuhi dengan harta emas yang luas, dan kagumi beberapa karya stucco relief rendah yang paling indah di ibu kota kuno.”
Candi Ratchaburana (Ratchaburana Temple) dibangun pada masa awal Ayutthaya oleh Raja Borommarachathirat II (Chao Sam Phraya) sebagai dedikasi pahala kepada dua saudara laki-lakinya, yang kehilangan nyawa dalam duel gajah yang diperebutkan atas suksesi kerajaan. Peristiwa bersejarah ini mencerminkan perjuangan politik yang intens pada masa awal Ayutthaya, memberikan candi ini makna sejarah dan arkeologi yang mendalam. Fitur yang paling menonjol adalah prang pusat, yang secara luar biasa mempertahankan proporsi dan detail arsitektur seni Ayutthaya awal, yang sangat dipengaruhi oleh tradisi arsitektur Khmer.
Sorotan yang paling luar biasa adalah kripta bawah tanah di dalam prang pusat. Pada tahun 1957, sebuah timbunan harta karun yang luas ditemukan di sini, termasuk patung Buddha emas, batangan emas, dan berbagai regalia kerajaan. Saat ini, pengunjung dapat menuruni tangga sempit untuk melihat lukisan mural periode Ayutthaya awal di dalam kripta, salah satu dari sedikit tempat tersisa di mana garis dan pigmen asli masih dapat dilihat, yang secara jelas menggambarkan kepercayaan Buddha dan aspek kehidupan kuno.
Suasana di sekitar candi terasa megah dan misterius. Meskipun vihara sekarang hanya tersisa sebagai dinding dan kolom bata, prang pusat yang megah berdiri di tengah halaman yang luas meninggalkan kesan yang kuat pada pengunjung. Di sekeliling prang terdapat dekorasi stucco bas-relief yang menggambarkan Garuda, raksasa, dan makhluk surgawi—mahakarya keahlian yang jarang terlihat saat ini.
Situs ini adalah tujuan yang wajib dikunjungi bagi sejarawan dan penggemar seni, serta wisatawan yang ingin merasakan kekayaan dan kemegahan Kerajaan Ayutthaya. Bagi fotografer, pemandangan dari pintu masuk vihara yang menghadap langsung ke prang pusat adalah sudut klasik yang secara sempurna mencerminkan simetri dan keindahan arsitektur tradisional Thailand yang halus.
Semua diundang untuk melakukan perjalanan ke jantung prang untuk mengalami jejak abadi keyakinan dan harta peradaban yang pernah mencapai puncak kemakmuran di Siam, di Candi Ratchaburana, situs Warisan Dunia yang tak ternilai harganya ini.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Menyeberangi Jembatan Pridi-Phanomyong ke pulau kota. Berkendara lurus di Jalan Rojana, belok kanan di lampu lalu lintas (di belakang sekolah kejuruan) ke Jalan Chikun. Candi berada di sebelah kanan Anda, di seberang Wat Mahathat.
Tuk-Tuk:
- Tersedia dari titik mana pun di pulau; cukup minta Wat Ratchaburana. Lokasinya yang sentral membuatnya sangat mudah diakses.
Sewa Sepeda:
- Cara populer untuk berkunjung, karena Candi Ratchaburana berdekatan dengan Wat Mahathat dan Taman Publik Rama, sehingga memudahkan untuk mengunjungi situs-situs ini secara berurutan.
Perjalanan
Waktu Terbaik untuk Berkunjung:
- Pagi hari (08:30 – 10:00) atau sore hari setelah pukul 16:30 untuk menghindari panas. Udara di dalam kripta bisa sangat lembap dan hangat.
Menuruni Kripta:
- Tangga sempit dan curam. Pengunjung lanjut usia atau mereka yang memiliki kondisi jantung atau klaustrofobia harus berhati-hati.
Fotografi:
- Di sore hari, matahari menyinari bagian depan prang utama, memberikan pencahayaan keemasan yang indah.
Budaya Lokal:
- Harta emas yang ditemukan di kripta ini sekarang dipamerkan di Museum Nasional Chao Sam Phraya terdekat. Sangat disarankan untuk mengunjungi museum setelah melihat candi.
Perencanaan:
- Sebaiknya dikunjungi bersama Wat Mahathat di seberang jalan. Gunakan tiket multi-kuil untuk nilai yang lebih baik.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Thailand: 10 THB
-
Pengunjung Asing: 50 THB
Jam Buka
-
Buka setiap hari dari pukul 08:00 – 16:30 (Iluminasi lampu malam berlanjut hingga sekitar pukul 21:00)