“Berikan penghormatan kepada Luang Phor Rattanachai (Luang Phor Thammachak), "Buddha Tersenyum" yang dikenal karena kasih sayangnya, dan bersantai di pasar terapung tepi sungai di sepanjang Sungai Chao Phraya.”
Kuil Tha Ka Rong (Tha Ka Rong Temple) adalah kuil kuno dengan sejarah yang membentang lebih dari 450 tahun. Diyakini telah didirikan sebelum 2092 BE selama periode awal Ayutthaya. Tidak ada catatan sejarah yang jelas yang mengidentifikasi pendiri atau tahun pembangunannya yang pasti, sehingga para sejarawan berasumsi bahwa kuil ini dibangun oleh penduduk setempat daripada pengadilan kerajaan, karena namanya tidak muncul dalam daftar biara kerajaan Ayutthaya. Ini mencerminkan peran Kuil Tha Ka Rong sebagai pusat keagamaan berbasis komunitas yang telah tumbuh bersama masyarakat setempat selama berabad-abad.
Menurut catatan kerajaan, Kuil Tha Ka Rong memainkan peran penting dalam beberapa peristiwa sejarah Kerajaan Ayutthaya. Lokasinya sangat unik, karena kuil ini terletak di antara dua komunitas Muslim, Ban Tha dan Ban Karong. Hal ini menjadikan kuil ini sebagai contoh penting dari koeksistensi damai antara agama Buddha dan Islam dalam masyarakat Thailand sejak zaman kuno, yang menyoroti keragaman budaya yang mengakar kuat di lembah Sungai Chao Phraya.
Kuil ini mengabadikan patung Buddha yang sangat dihormati yang dikenal sebagai Phra Phuttha Rattanamongkol, yang biasa disebut “Luang Pho Yim” (Buddha Tersenyum). Diyakini telah dibuat selama periode awal Ayutthaya. Patung Buddha ini ditandai dengan fitur-fitur lembut dan ekspresi tersenyum yang memancarkan kasih sayang dan ketenangan, yang mencerminkan era kemakmuran dan kedamaian. Luang Pho Yim telah lama menjadi jangkar spiritual bagi masyarakat setempat dan para umat yang berkunjung.
Di luar signifikansi keagamaan dan sejarahnya, Kuil Tha Ka Rong juga dikenal karena lingkungannya yang terawat dengan baik dan indah. Halaman kuil didekorasi dengan hati-hati dengan tanaman hias, menciptakan suasana yang menyenangkan dan tenang. Kuil ini mendapat pengakuan nasional pada tahun 2006 dengan memenangkan penghargaan “Toilet Terbaik Tahun Ini” dalam kategori kuil dan situs keagamaan, yang menunjukkan standar sanitasi dan pengelolaan ruang publik yang luar biasa.
Kuil Tha Ka Rong juga muncul dalam literatur dan narasi sejarah Thailand. Dikatakan bahwa kuil ini merupakan tempat pelatihan bagi Nai Khanom Tom, petinju legendaris Thailand, dan dalam puisi epik Khun Chang Khun Phaen, catatan menyatakan bahwa Khun Krai dan Novice Phlai Kaeo ditahbiskan di kuil ini selama pemenjaraan Khun Phaen di Ayutthaya. Selain itu, catatan sejarah menggambarkan peperangan selama jatuhnya Ayutthaya, ketika pasukan Burma menembakkan meriam dan membakar api di dekat kuil, menyebabkan bagian-bagian tembok kota runtuh. Akibatnya, Kuil Tha Ka Rong berdiri sebagai saksi abadi iman, ketahanan, dan masa lalu Thailand yang bergejolak.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Menyeberangi Jembatan Kasattrathirat dan terus lurus di Jalan Ayutthaya-Bang Ban selama sekitar 1-2 kilometer; kuil berada di sebelah kanan.
Tuk-Tuk Hidung Katak:
- Tersedia dari stasiun kereta api atau pulau utama kota Ayutthaya.
Sepeda:
- Untuk pengendara sepeda, Anda dapat naik feri dari daerah Pasar Hua Ro ke sisi Wat Kasattrathirat dan berkendara di sepanjang sungai ke kuil.
Perjalanan
-
Oktober hingga Februari menawarkan cuaca terbaik untuk menikmati pasar terapung tepi sungai.
-
Pasar terapung paling ramai pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.
-
Bawa uang receh atau uang kertas kecil untuk berbagai kegiatan membuat jasa yang tersedia di seluruh kuil.
-
Pastikan untuk mencoba "Mie Perahu" atau makanan jalanan lokal lainnya yang disajikan langsung dari perahu, pengalaman khas dari pasar.
-
Meskipun area kuil dapat diakses 24 jam untuk berdoa, pasar terapung dan museum beroperasi pada siang hari.
Biaya Masuk
-
Pengunjung lokal: Gratis
-
Pengunjung asing: Gratis (Donasi diterima)
Jam Buka
-
Buka setiap hari, 24 Jam
-
Pasar Terapung Sabtu-Minggu & Hari Libur Nasional, 08:30 – 16:00