“Berikan penghormatan kepada tokoh legenda "Luang Phor Rod (Suea)", kagumi lukisan dinding yang menggambarkan perarakan darat diraja dari zaman Raja Rama IV, dan terokai warisan daripada "Sekolah Pedang Wat Pradu".”
Kuil Pradu Songtham (Pradu Songtham Temple) adalah sebuah kuil kuno yang terletak di luar Pulau Ayutthaya ke arah timur laut, di kawasan Ayothaya. Kuil ini memiliki kepentingan sejarah yang besar dalam sejarah Thailand, terutama pada masa pemerintahan Raja Songtham, ketika para biksu dari kuil ini memainkan peran penting dalam menyelamatkan raja selama krisis pemberontakan Jepang. Kuil Pradu Songtham terbentuk dari penyatuan "Wat Pradu" dan "Wat Rongtham" pada masa Rattanakosin. Saat ini, kuil tersebut dikenal luas sebagai "Takshila Ayutthaya," karena telah lama berfungsi sebagai pusat penyampaian berbagai cabang ilmu pengetahuan, termasuk strategi militer, mantra suci, penempaan logam, dan seni bela diri.
Ciri yang paling membedakan kuil ini adalah Ubosot Maha-ut, sebuah aula penahbisan suci yang hanya memiliki satu pintu masuk dan tanpa jendela. Menurut kepercayaan kuno, desain arsitektur ini memungkinkan pemusatan energi spiritual suci yang paling kuat. Di dalam ubosot tersebut terdapat tiga citra Buddha stuko dalam posisi Menundukkan Mara, yang semuanya memancarkan aura ketenangan dan kesucian. Kuil ini juga menampung sebuah viharn yang dihiasi dengan lukisan dinding dari masa pemerintahan Raja Rama IV, yang dibuat menggunakan teknik pigmen tradisional. Lukisan dinding ini menggambarkan kisah-kisah dari Sepuluh Kisah Jataka Besar serta pemandangan kehidupan istana kerajaan, termasuk pertunjukan tradisional dan prosesi kerajaan yang disajikan dengan detail dan keahlian yang luar biasa.
Suasana di dalam kuil ini sangat mistis dan tenang, membedakannya dari kuil wisata yang lebih komersial. Pengunjung dapat merasakan bentuk pembelajaran unik yang berkaitan dengan pengetahuan suci dan seni tempur tradisional Thailand, karena kuil ini secara historis dikaitkan dengan sekolah pedang terkenal yang melatih prajurit elit. Menjelajahi stupa yang berisi abu mantan kepala biksu, bersama dengan patung "Gong Jab," seorang guru awam yang dihormati, membangkitkan rasa kekuatan spiritual dan keyakinan kuat yang diwariskan turun-temurun.
Bagi mereka yang tertarik pada sejarah, mistisisme, dan kebijaksanaan tradisional Thailand, Kuil Pradu Songtham adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Fotografer akan menghargai komposisi lukisan dinding yang khas dan gaya arsitektur Akhir Ayutthaya yang terpelihara dengan baik. Keluarga dapat membawa anak-anak mereka untuk belajar tentang tokoh pahlawan dan cendekiawan dari masa lalu Thailand, sembari mengunjungi situs bersejarah terdekat seperti Wat Maheyong dan Wat Kudi Dao yang berada dalam jarak dekat.
Pengunjung diundang dengan hangat untuk mengungkap rahasia pengetahuan kuno dan merasakan keindahan seni yang agung di Kuil Pradu Songtham, sebuah tempat di mana semangat pahlawan Ayutthaya terus bergema di setiap sudut kawasan suci ini.
Cara Menuju ke Sana
Kendaraan Pribadi:
- Seberangi Jembatan Pridi-Phanomyong dan tuju ke arah Jalan Ayothaya (rute menuju Pasar Terapung Ayothaya); kuil ini terletak di sebelah kiri dekat dengan Wat Maheyong.
Tuk-Tuk Hidung Katak:
- Mintalah untuk diantar ke "Wat Pradu Songtham" di kawasan Hua Ro atau Khlong Makham Riang.
Sepeda:
- Mudah dicapai dari kawasan stesen kereta api; rute ini dihiasi dengan beberapa reruntuhan bersejarah yang menarik.
Perjalanan
-
Karena kuil ini sangat mengutamakan kepercayaan dan tradisi spiritual, harap berkunjung dengan sikap hormat dan menjaga ketenangan di dalam aula Maha-ud.
-
Lukisan dinding di dalam Vihara sangat rapuh; dilarang keras menyentuhnya atau menggunakan lampu kilat (flash) saat mengambil foto.
-
Kunjungan pada pagi hari (08:30 - 10:30) sangat disarankan untuk mendapatkan pencahayaan terbaik pada fasad Vihara dan suhu udara yang lebih sejuk.
-
Bagi mereka yang tertarik dengan jimat, kuil ini menawarkan benda pusaka unik yang dibuat sesuai dengan tradisi "Taksila" bagi mereka yang mencari perlindungan dan berkat.
-
Kenakan alas kaki yang mudah dilepas karena Anda akan memasuki beberapa bangunan suci.
Biaya Masuk
-
Pengunjung lokal: Gratis
-
Pengunjung asing: Gratis (Sumbangan sukarela sangat diharapkan)
Jam Operasional
-
Buka setiap hari, 08:00 – 17:00