“Temukan "Pedang Kerajaan Kemenangan" yang legendaris dan perlengkapan kerajaan emas tak ternilai dari ruang bawah tanah Wat Ratchaburana, bersama dengan relik suci Buddha dan arca Buddha batu pasir Dvaravati yang besar.”
Museum Nasional Chao Sam Phraya (Chao Sam Phraya National Museum) adalah museum nasional pertama di Thailand yang mengadopsi gaya pameran modern yang memenuhi standar internasional. Museum ini dibangun menggunakan dana yang diperoleh dari sumbangan publik berupa tablet votif yang ditemukan di ruang bawah tanah Wat Ratchaburana. Yang Mulia Ibu Suri (pada waktu itu) dengan ramah menganugerahkan nama "Chao Sam Phraya," sesuai dengan nama raja yang mendirikan Wat Ratchaburana. Saat ini, museum ini dianggap sebagai salah satu penyimpanan pengetahuan dan seni terpenting di Asia Tenggara.
Jantung dari museum ini terletak di Gedung Artefak Emas, yang dengan megah menampilkan harta karun emas yang ditemukan dari ruang bawah tanah Wat Ratchaburana dan Wat Mahathat. Pengunjung dapat mengagumi contoh indah dari keahlian kuno Thailand, termasuk Pedang Kemenangan (Phra Saeng Khan Chai Si), ornamen kerajaan, hiasan kepala emas, dan perhiasan yang dibuat dengan halus dari emas murni, yang semuanya mencerminkan kekayaan dan kemakmuran Kerajaan Ayutthaya. Selain itu, Gedung Pameran Arca Buddha menyimpan arca Buddha penting dari berbagai periode, terutama arca Buddha batu putih dalam gaya Dvaravati, yang menyampaikan rasa ketenangan dan pengabdian spiritual yang mendalam.
Suasana di dalam museum tenang, tertib, dan sangat kondusif untuk belajar. Pencahayaan dan penempatan artefak yang dirancang dengan cermat meningkatkan pengalaman pendidikan yang mendalam dan berkesan. Berjalan melalui setiap galeri terasa seperti membaca kronik hidup, mengungkap kisah sistem kepercayaan, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari di Siam kuno. Interior yang luas dan lingkungan ber-AC yang nyaman membuat penjelajahan museum menjadi menyenangkan dan memperkaya.
Bagi para sarjana, mahasiswa, dan fotografer, Museum Nasional Chao Sam Phraya adalah sumber yang luar biasa untuk studi sejarah seni dan arkeologi. Meskipun fotografi dibatasi di bagian-bagian tertentu dari Gedung Artefak Emas untuk tujuan pelestarian, area eksterior dan bangunan pameran modern menyediakan pengaturan fotografi yang elegan dan menarik secara visual. Keluarga sering mengunjungi museum untuk menginspirasi apresiasi terhadap warisan nasional pada generasi muda melalui pengalaman melihat artefak langka dan otentik.
Pengunjung diundang dengan hangat untuk mengalami kebanggaan peradaban Thailand dan mengagumi keindahan luar biasa dari harta karun warisan dunia di Museum Nasional Chao Sam Phraya, sebuah tempat yang melestarikan semangat dan kemegahan Kerajaan Ayutthaya dalam bentuknya yang paling lengkap.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Terletak di Jalan Rochana di jantung pulau kota, di seberang Universitas Rajabhat Phra Nakhon Si Ayutthaya. Tersedia tempat parkir yang luas di lokasi.
Tuk-Tuk Hidung Kodok:
- Cukup minta "Museum Chao Sam Phraya"; itu adalah landmark utama.
Transportasi Lain:
- Bus lingkar lokal dan transportasi umum sering melewati pintu masuk museum.
Untuk pertanyaan:
Perjalanan
-
Gedung Artefak Emas adalah yang wajib dilihat; sediakan setidaknya satu jam untuk bagian ini.
-
Berpakaian sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap lembaga pemerintah dan artefak berharga.
-
Klarifikasi aturan fotografi sebelum masuk, karena beberapa zona melarang penggunaan lampu kilat atau perekaman video.
-
Brosur terperinci dan tur berpemandu tersedia bagi mereka yang mencari informasi mendalam.
-
Disarankan untuk tiba di pagi hari untuk menghindari rombongan tur besar dan menikmati pengalaman menonton yang lebih pribadi.
Biaya Masuk
-
Pengunjung lokal: 30 THB
-
Pengunjung asing: 150 THB
Jam Buka
-
Buka Rabu – Minggu (Tutup pada hari Senin, Selasa, dan Hari Libur Nasional)
-
09:00 – 16:00