“Bebatuan berbentuk aneh merupakan simbol Koh Samui, bersama dengan pemandangan Pantai Lamai, legenda cinta Ta Kreng – Yai Riam, dan Samui Kalae yang terkenal.”
Batu Hin Ta Hin Yai (Hin Ta Hin Yai Rocks), yang sering disebut sebagai "Batu Kakek dan Nenek", mewakili formasi geologi luar biasa yang terletak di garis pantai berbatu antara Lamai dan Hua Thanon di Koh Samui. Bongkahan granit kolosal ini telah dipahat selama ribuan tahun melalui kekuatan erosi laut, oksidasi, dan ekspansi termal yang tak henti-hentinya. Dari perspektif geologis, bentuk unik—menyerupai alat kelamin pria dan wanita—adalah hasil dari pelapukan diferensial, di mana urat mineral yang lebih lunak di dalam granit terkikis lebih cepat oleh pasang surut dan angin tropis daripada struktur kristal di sekitarnya, meninggalkan monumen alam yang terkenal di dunia ini.
Signifikansi budaya sangat memperkaya situs ini melalui legenda rakyat yang menyentuh hati tentang "Ta Kreng" dan "Yai Riem." Menurut sejarah lisan setempat, pasangan lansia dari Nakhon Si Thammarat berlayar ke Prachuap Khiri Khan untuk melamar pernikahan untuk putra mereka. Kapal mereka dihantam badai dahsyat dan terbalik di dekat pantai Samui. Karena tidak dapat menyelesaikan misi mereka tetapi bertekad untuk membuktikan niat dan integritas tulus mereka, mereka binasa di laut dan diubah menjadi formasi batu ini sebagai bukti abadi dari janji mereka. Legenda ini memberikan lapisan spiritual ke situs tersebut, yang mewujudkan nilai-nilai tradisional Thailand tentang kesetiaan dan pengorbanan keluarga.
Saat ini, situs ini berfungsi sebagai pusat yang dinamis untuk eksplorasi alam dan perendaman budaya. Platform granit yang luas menawarkan pemandangan panorama Teluk Thailand, tempat perairan pirus berbenturan dengan garis pantai yang terjal, memberikan latar belakang yang dramatis untuk fotografi dan apresiasi lanskap. Daerah sekitarnya telah berkembang menjadi pasar komunitas yang ramai, yang terkenal dengan "Kalamae"—manisan tradisional Thailand yang terbuat dari beras ketan, santan, dan gula aren. Pengunjung dapat mengamati proses padat karya mengaduk kelezatan ini dalam wajan kuningan besar, menawarkan pengalaman sensorik yang menjembatani kesenjangan antara keajaiban geologis Samui dan warisan gastronomi yang kaya.
Cara Menuju ke Sana
- Dari Dermaga Nathon, ambil jalan utama (Taveerat Phakdi) menuju Pantai Lamai (tenggara) sejauh sekitar 17 kilometer. Akan ada rambu yang jelas yang menunjukkan pintu masuk ke Hin Ta Hin Yai di persimpangan jalan menuju Pantai Lamai.
Perjalanan
-
Waktu yang Disarankan: Pagi 08:00–10:00 atau sore 16:00–17:30 untuk pencahayaan yang baik dan suhu yang lebih sejuk.
-
Keselamatan di Bebatuan: Hati-hati terhadap permukaan yang licin dan kenakan sepatu dengan cengkeraman yang baik.
-
Camilan Lokal: Coba Samui Kalae yang terkenal yang tersedia di dekat pintu masuk.
-
Siapkan Perlindungan Matahari: Bawa air minum, topi, dan tabir surya.
-
Nikmati Pemandangan dan Ambil Gambar: Jelajahi area batu yang luas untuk mengambil foto Hin Ta – Hin Yai dan laut.
Biaya Masuk:
- Gratis (Ada biaya parkir untuk mobil dan sepeda motor sekitar 10–20 baht)
Jam Buka:
-
Hin Ta Hin Yai: Tidak ada jam tutup; dapat diakses kapan saja.
-
Toko/Suvenir: 08:30–18:30