“Sebuah landmark suci di Koh Samui, situs ini menyimpan patung Buddha emas terbesar dan berkilauan di Thailand Selatan, terletak di Koh Fan, bersama dengan pemandangan panorama laut yang menakjubkan.”
Kuil Buddha Besar (Big Buddha Temple), yang dikenal luas sebagai "Kuil Buddha Besar," berdiri sebagai lambang megah warisan spiritual dan budaya Samui. Terletak di Koh Faan, sebuah pulau kecil berbatu di sudut timur laut Koh Samui, kuil ini dulunya terisolasi oleh air pasang sampai jalan lintas dibangun untuk menghubungkannya secara permanen ke pulau utama. Bagian tengah kuil adalah "Phra Phuttha Kodom," yang menakjubkan, sebuah patung emas megah Dewa Buddha yang digambarkan dalam pose Menaklukkan Mara (memanggil bumi untuk menjadi saksi). Ikon monumental ini berukuran 12 meter (sekitar 39 kaki) tingginya dan memiliki lebar pangkuan lebih dari 5 meter. Lapisan daun emasnya yang brilian berkilauan di bawah matahari tropis, membuatnya terlihat dari beberapa kilometer jauhnya dan memberikan kesan pertama yang menakjubkan bagi para pelancong yang tiba melalui udara di Bandara Internasional Samui di dekatnya.
Pembangunan Buddha Besar dimulai pada tahun 1970 di bawah kepemimpinan visioner Phra Khru Santithammakhun (Luang Phor Pring), mantan kepala biara Wat Saket, yang merupakan seorang biksu yang sangat dihormati di masyarakat. Selesai pada tahun 1972, patung itu memerintah sebagai gambar Buddha terbesar di Thailand Selatan pada saat itu. Kecemerlangan arsitektur terbukti dalam tangga megah yang mengarah ke platform puncak bukit, yang diapit oleh Naga berkepala banyak yang diukir rumit (ular mitos). Setelah menaiki tangga, pengunjung menemukan diri mereka di teras yang luas yang mengelilingi kolosus emas. Sudut pandang ini menawarkan pemandangan panorama 360 derajat yang tak tertandingi dari Teluk Thailand, komunitas nelayan Bang Rak Bay yang ramai, dan garis pantai Bophut Beach yang tenang. Pada hari yang cerah, pulau tetangga Koh Phangan dapat dilihat melintasi perairan pirus.
Berakar kuat dalam tradisi Thailand, halaman kuil kaya akan elemen simbolis. Mengelilingi dasar patung terdapat banyak lonceng perunggu; adalah praktik umum bagi para pemuja untuk memukul mereka dengan palu kayu untuk membawa keberuntungan dan menyebarkan "suara pahala." Di kaki tangga Naga dan di sekitar halaman, pengunjung dapat menjelajahi berbagai kuil dan patung yang terinspirasi oleh mitologi dan cerita rakyat Thailand, termasuk karakter dari epik "Phra Aphai Mani" dan replika yang dibuat dengan cermat dari Tongkang Suphannahong Kerajaan. Perpaduan harmonis antara pengabdian agama dan ekspresi artistik ini menjadikan Wat Phra Yai lebih dari sekadar tempat ibadah; itu adalah pusat budaya yang dinamis yang berfungsi sebagai jantung spiritual Koh Samui, menyambut orang-orang dari seluruh dunia untuk mengalami ketenangan dan kemegahannya.
Cara Menuju ke Sana
-
Mobil/sepeda motor pribadi: Dari Pantai Chaweng atau Bandara Samui, ambil Jalan Raya 4171 menuju Pantai Bang Rak/Bo Phut. Kuil ini terletak di ujung jalan yang terhubung ke Koh Fan.
-
Transportasi umum (songthaew): Anda dapat naik songthaew (taksi bersama) yang berkeliling pulau dan melewati Pantai Bang Rak atau Bo Phut, lalu suruh pengemudi menurunkan Anda di depan pintu masuk Kuil Buddha Besar.
Perjalanan
-
Kode Pakaian: Kenakan pakaian yang sopan; tutupi bahu dan lutut sebelum naik ke patung.
-
Kunjungan Awal: Tiba sebelum pukul 09:00 untuk menghindari panas tropis yang menyengat dan kerumunan tur yang besar.
-
Waktu Matahari Terbenam: Kunjungi setelah pukul 05:00 sore untuk pemandangan matahari terbenam yang paling spektakuler di atas Teluk Thailand.
-
Fotografi: Tangga Naga adalah tempat terbaik untuk foto; arahkan ke atas untuk menangkap seluruh patung.
-
Kebijakan Alas Kaki: Anda harus melepas sepatu Anda di bagian bawah tangga sebelum naik.
-
Permukaan Panas: Ubin lantai bisa menjadi sangat panas saat siang hari; memakai kaus kaki sangat dianjurkan.
-
Lonceng Keberuntungan: Gunakan palu yang disediakan untuk memukul lonceng di sekitar pangkalan untuk keberuntungan dan pahala.
-
Suvenir: Toko-toko di pintu masuk menawarkan kerajinan lokal dengan harga yang lebih wajar daripada di tempat lain.
-
Etika: Jaga tingkat kebisingan tetap rendah dan hindari menunjukkan kasih sayang di depan umum di dalam area kuil.
-
Donasi: Kontribusi kecil dalam kotak sumbangan membantu memelihara kuil dan fasilitasnya.
Biaya Masuk:
- Gratis masuk
Jam Buka:
- Buka setiap hari: 06:00 – 18:30 (Toko biasanya buka 09:00 – 18:00)