“Kagumi "kuil kuno" yang menampilkan arsitektur vernakular Isaan otentik, dengan sorotan utama berupa "bas-relief" di dinding luar. Bas-relief ini, terbuat dari campuran plester, resin, dan sari tebu, menggambarkan kisah-kisah dari Vessantara Jataka dan penggambaran surga dan neraka, menampilkan keterampilan unik pengrajin lokal.”
Wat Matchimawitthayaram, yang secara lokal dan penuh kasih sayang dikenal sebagai "Wat Ban Lan," terletak di Subdistrik Ban Lan, Distrik Ban Phai, Provinsi Khon Kaen. Ia berdiri sebagai landmark agama yang signifikan, sangat dihargai karena pelestarian seni sejarah Isan (Thailand Timur Laut). Warisan kuil sangat terkait dengan keyakinan spiritual masyarakat Ban Lan, yang berpusat di sekitar "Sim," atau aula pentahbisan kuno. Dibangun sekitar tahun 1917 selama era Phra Khru Wijarn Kosol (Luang Pu Bunta), struktur tersebut merupakan hasil pengabdian kolektif, dibangun melalui tenaga kerja terpadu penduduk desa setempat untuk berfungsi sebagai ruang suci untuk upacara monastik Buddhis.
Fitur paling mencolok yang membedakan kuil ini adalah arsitektur vernakular Sim yang unik, yang dengan sempurna mewujudkan proporsi keahlian Isan tradisional. Bangunan ini merupakan struktur batu bata persegi panjang yang dicirikan oleh dasar tradisional yang kokoh yang dikenal sebagai "Aew Khan." Sementara atap pelana kayu asli yang ditutupi dengan besi bergelombang telah dipugar dari waktu ke waktu, harta artistik sejati terletak pada "Ukiran Relief" yang indah yang menghiasi keempat dinding luar. Ukiran-ukiran ini dibuat menggunakan teknik kuno, mencampurkan mortar dengan pengikat alami seperti resin "Bong" dan sari tebu untuk memastikan daya tahan dan plastisitas. Keahlian tersebut mencerminkan semangat jujur dan bersahaja dari pengrajin lokal, menggunakan bentuk-bentuk sederhana yang memiliki kekuatan visual dan spiritual yang sangat besar.
Narasi yang digambarkan di dinding menceritakan kehidupan Buddha dan kisah-kisah Jataka, khususnya Vessantara Jataka, yang memiliki makna tertinggi dalam budaya Isan. Diselingi dalam kisah-kisah ilahi ini adalah adegan kehidupan desa sehari-hari dari satu abad yang lalu, yang menggambarkan pakaian tradisional, kegiatan lokal, dan gambaran jelas tentang surga dan neraka yang digunakan untuk menyampaikan ajaran moral kepada pengunjung. Karya seni ini berfungsi sebagai catatan sosial yang hidup, memungkinkan generasi muda untuk menyaksikan integrasi keyakinan agama dan warisan lokal yang mulus. Saat ini, Wat Matchimawitthayaram tidak hanya berfungsi sebagai jantung spiritual masyarakat Ban Lan, tetapi juga sebagai situs pendidikan penting bagi para sejarawan dan pelancong yang ingin menjelajahi akar otentik peradaban Isan.
Cara Menuju ke Sana
- Dari pusat kota Khon Kaen, ambil Jalan Mittraphap (Jalan Raya No. 2) menuju Distrik Ban Phai. Di persimpangan Ban Phai, belok kiri ke Jalan Raya No. 23 (menuju Borabue). Kemudian, belok ke jalan pedesaan menuju Subdistrik Ban Lan. Jarak totalnya sekitar 55-60 kilometer.
Perjalanan
-
Memotret kuil kuno paling baik dilakukan di pagi atau sore hari sehingga cahaya dan bayangan pada bas-relief akan mengungkapkan detailnya dengan lebih jelas dan indah.
-
Harap berpakaian sopan saat mengunjungi kuil, menjaga kedamaian dan ketenangan, dan menahan diri untuk tidak membuat suara keras.
-
Harap bersikap hormat dalam tubuh, ucapan, dan pikiran, karena ini adalah tempat suci yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat.
Biaya Masuk:
- Masuk gratis untuk pengunjung Thailand dan asing.
Jam Buka:
- Kuil ini buka setiap hari dari pukul 08:00 hingga 17:00. Disarankan untuk tiba setidaknya 30 menit sebelum penutupan untuk memberikan waktu yang cukup untuk menjelajahi ukiran relief yang indah di sekitar aula pentahbisan kuno.