“Kunjungi situs penggalian arkeologi yang menampilkan kerangka manusia prasejarah yang terpelihara dengan sangat baik, dan pelajari tentang gaya hidup, praktik pemakaman, dan budaya komunitas kuno yang pernah berkembang di atas gundukan tanah (non) besar yang dikelilingi oleh parit dan tanggul tanah berlapis ganda.”

Kota Kuno Non Muang (Non Muang Ancient Town), sering disebut secara lokal sebagai "Ku Non Muang," adalah landmark arkeologi utama di Provinsi Khon Kaen. Ini adalah contoh klasik dari "situs berparit," yang terletak di gundukan oval berbentuk tetesan air mata yang tinggi. Area luas ini mewakili permukiman kuno yang signifikan yang menyaksikan evolusi sosial dan budaya berkelanjutan selama ribuan tahun. Situs ini secara unik dibedakan oleh stratigrafi berlapis-lapisnya, yang mencatat pendudukan manusia yang dimulai pada periode Prasejarah Akhir. Bukti yang paling menarik dari era ini adalah "tradisi pemakaman"; arkeolog telah menemukan sejumlah besar sisa-sisa manusia yang dikubur dengan hati-hati dan orientasi khusus. Khususnya, penemuan "penguburan tempayan" untuk bayi menunjukkan sistem kepercayaan yang sangat canggih mengenai kehidupan setelah kematian dan siklus kelahiran kembali.

Dalam hal ekonomi dan teknologi kuno, artefak yang ditemukan menunjukkan bahwa masyarakat Non Muang adalah ahli metalurgi, khususnya dalam peleburan besi. Kehadiran terak besi yang tersebar di seluruh situs membuktikan bahwa dulunya berfungsi sebagai pusat industri regional. Selanjutnya, penemuan ornamen yang dibuat dari batu semi mulia, manik-manik kaca, dan gelang kerang—barang-barang yang berasal dari wilayah pesisir—menunjukkan bahwa Non Muang adalah pusat perdagangan yang penting. Itu berfungsi sebagai penghubung vital dalam jaringan perdagangan yang menghubungkan cekungan Sungai Pong dan Chi dengan peradaban yang jauh. Tembikar lokal, yang dikenal sebagai "Gaya Non Muang," dicirikan oleh tanah liatnya yang halus, daya tahan api tinggi, dan desain geometris atau curvilinear bercat merah yang rumit, yang menampilkan kepekaan estetika yang canggih.

Selama transisi ke periode Dvaravati, Non Muang naik menjadi pusat keagamaan dan administrasi utama. Lapisan stratigrafi atas mengungkapkan fondasi struktur keagamaan yang dibangun dari laterit dan batu bata. Penemuan penting termasuk "Bai Sema" (batu batas) batu pasir besar yang diukir dengan rumit dengan adegan dari kisah Jataka dan simbol seperti "Purnaghata" (vas kelimpahan), yang mencerminkan sintesis artistik dari gaya lokal dan pengaruh India. Saat ini, situs ini telah dilestarikan dengan cermat sebagai salah satu museum situs terlengkap di Thailand Timur Laut. Lima lubang penggalian utama telah dikembangkan untuk menampilkan kerangka dan artefak "in situ," menawarkan pengunjung kesempatan langka dan mendalam untuk menyaksikan kemegahan peradaban kuno yang meletakkan fondasi budaya wilayah Isan ribuan tahun yang lalu.


Cara Menuju ke Sana
  • Dari kota Khon Kaen, ambil Jalan Raya 12 (Khon Kaen-Chum Phae) sekitar 80 kilometer. Setelah mencapai distrik Chum Phae, belok kiri ke Jalan Chum Phae-Phu Khiao (Jalan Raya 201) dan lanjutkan sekitar 5 kilometer. Akan ada tanda yang menunjukkan belok kiri ke Ban Non Mueang.

Perjalanan
  • Silakan berjalan melalui lubang penggalian dalam urutan yang diatur oleh staf untuk memahami garis waktu sejarah.

  • Disarankan untuk membawa topi atau payung, karena jalan setapak di antara lubang penggalian bisa sangat cerah di siang hari.

  • Harap jangan menyentuh atau menginjak tepi lubang penggalian untuk membantu melestarikan situs bersejarah.


Biaya Masuk:

  • Gratis (Tidak ada biaya masuk)

Jam Buka:

  • Buka setiap hari mulai pukul 8:30 hingga 16:30.

Kota Kuno Non Mueang

Bagikan

Subdistrik Chum Phae, Distrik Chum Phae, Provinsi Khon Kaen 40130 Map

Daftar 0 ulasan |

Tutup hari ini

Mon8.30 - 16.30
Tue8.30 - 16.30
Wed8.30 - 16.30
Thu8.30 - 16.30
Fri8.30 - 16.30
Sat8.30 - 16.30
Sun8.30 - 16.30

2

Kelola perjalanan Anda

Delete

Semua ulasan

(Daftar 0 ulasan)