“Saksikan demonstrasi mendebarkan pertarungan antara manusia dan raja kobra, lihat pajangan berbagai spesies ular, dan saksikan hubungan unik manusia-ular yang menjadi ciri khas komunitas ini.”
Desa Raja Kobra (King Cobra Village), yang secara resmi dikenal sebagai "Ban Khok Sa-nga" di Distrik Nam Phong, Khon Kaen, adalah tujuan yang terkenal di dunia karena hubungannya yang unik dan luar biasa antara manusia dan ular. Hampir setiap rumah tangga di desa ini memelihara raja kobra sebagai hewan peliharaan di bawah rumah kayu panggung tradisional mereka. Tradisi ini dimulai sejak tahun 1951, ketika seorang ahli herbal lokal bernama "Ken Yongla" mulai menjinakkan raja kobra untuk melakukan pertunjukan sebagai cara untuk menarik orang banyak dan mempromosikan obat-obatan herbalnya. Pertunjukan itu menjadi sangat sukses sehingga praktik tersebut diadopsi oleh penduduk desa lainnya, yang akhirnya menjadi sumber pendapatan utama dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Saat ini, desa telah berkembang menjadi "Klub Raja Kobra Thailand," menampilkan stadion khusus dan area pertunjukan standar untuk memastikan keselamatan sambil mempertahankan pengalaman yang memacu adrenalin. Pengunjung dapat menyaksikan demonstrasi yang menakjubkan, termasuk "pertandingan tinju" antara manusia dan kobra, penangkapan ular dengan tangan kosong, dan tampilan keintiman antara pawang dan reptil yang hebat ini yang jarang terlihat di tempat lain. Di luar sensasi tersebut, desa ini berfungsi sebagai pusat pendidikan mengenai siklus hidup dan perilaku raja kobra—ular berbisa terpanjang di dunia. Berbagai spesies ular juga ditampilkan di dalam kandang di sekitar lokasi untuk memberikan pengetahuan ekologis kepada siswa dan turis.
Selain ular, Ban Khok Sa-nga tetap setia pada akarnya sebagai pusat herbalisme Thailand otentik. Penduduk desa adalah ahli dalam jamu tradisional, khususnya penawar racun ular dan berbagai tonik kesehatan yang berasal dari kearifan leluhur. Suasana desa mencerminkan gaya hidup pertanian Isan tradisional yang berdampingan secara harmonis dengan alam dengan cara yang mencengangkan. Ikatan antara penduduk dan ular sangat dalam; mereka memandang makhluk ini bukan hanya sebagai predator berbahaya tetapi sebagai anggota keluarga atau teman spiritual. Akibatnya, Desa Raja Kobra lebih dari sekadar tempat pertunjukan; itu adalah permadani budaya yang menakjubkan tentang kepercayaan, kelangsungan hidup, dan adaptasi manusia yang luar biasa terhadap lingkungannya.
Cara Menuju ke Sana
- Dari kota Khon Kaen, ambil Jalan Raya 2 (Jalan Mittraphap) menuju Udon Thani selama kurang lebih 33 kilometer. Pada penanda kilometer 428 (sebelum mencapai Nam Phong), belok kanan ke Jalan Raya 2039 menuju Distrik Kranuan. Setelah sekitar 14 kilometer, Anda akan melihat tanda untuk Desa Raja Kobra di sebelah kiri Anda.
Perjalanan
-
Silakan periksa jadwal pertunjukan sebelum bepergian (biasanya ada pertunjukan berturut-turut selama liburan).
-
Silakan berpakaian sopan dan ikuti instruksi staf dengan ketat.
-
Jangan menyentuh ular tanpa izin.
Biaya Masuk:
-
Masuk ke area desa umum dan pameran ular gratis.
-
Untuk menonton "Pertunjukan Menangkap Raja Kobra" di panggung utama, biasanya ada biaya masuk kecil untuk menutupi pemeliharaan lokasi dan makanan ular. Biasanya sekitar 20–40 baht per orang, atau dalam beberapa kasus, sumbangan sukarela dapat ditempatkan di kotak sumbangan di dekat pintu masuk panggung.
Jam Buka:
- Buka setiap hari (termasuk hari libur nasional) dari pukul 8:00 hingga 17:00.