“Kagumi Kapel Chaturamuk modern yang menakjubkan dengan mural yang hidup dan rasakan taman ikan tepi sungai yang besar tempat Anda dapat memberi makan ribuan ikan dari dermaga yang aman dan teduh.”
Kuil Phra Loi (Phra Loi Temple) adalah kuil kuno yang sangat penting di Distrik Mueang, Suphan Buri. Diyakini didirikan pada masa pertengahan periode U-Thong, didukung oleh bukti arkeologis seperti sisa-sisa aula penahbisan tua, batu batas batu pasir, dan artefak bersejarah lainnya. Selama berabad-abad, kuil ini telah berfungsi sebagai pusat keagamaan dan jangkar spiritual bagi masyarakat tepi sungai.
Nama “Phra Loi,” yang berarti “Buddha Mengambang,” berasal dari legenda lokal. Menurut cerita, sebuah patung Buddha dalam posisi dilindungi Naga, diukir dari batu pasir putih, ditemukan mengambang di sepanjang Sungai Tha Chin. Penduduk desa bersama-sama mengambil patung suci itu dari air dan menempatkannya di sebuah vihara. Kuil itu kemudian dinamai sesuai peristiwa ajaib ini untuk membawa kemakmuran dan keberuntungan bagi masyarakat.
Objek pemujaan yang paling penting adalah Vihara Phra Loi, tempat patung Buddha mengambang yang legendaris disimpan. Patung Buddha memancarkan ketenangan dan kekuatan sakral. Penduduk setempat dan pengunjung sering datang untuk menempelkan daun emas dan membuat permohonan, percaya bahwa mereka yang menghadapi kesulitan atau kemalangan akan memiliki kehidupan mereka “terangkat” dan dituntun menuju keberuntungan dan kesuksesan yang lebih baik.
Struktur penting lainnya adalah Aula Penahbisan Empat Serambi (Chaturamuk Ubosot), sebuah bangunan yang baru dibangun yang dirancang dengan keahlian yang luar biasa. Aula ini memiliki empat serambi yang menjorok menghadap semua arah mata angin, mencerminkan gaya arsitektur Thailand kontemporer yang halus. Di dalamnya, terdapat Luang Pho To, juga dikenal sebagai Phra Phuttha Nawarat Mongkhon, sebuah patung Buddha yang sangat dihormati. Dinding interior dihiasi dengan lukisan mural yang hidup yang menggambarkan adegan-adegan dari kehidupan Buddha, dengan indah menyampaikan ajaran Buddha dengan cara yang mudah diakses dan artistik.
Di area tepi sungai di depan kuil terletak Suaka Ikan (Utthayan Matcha), tempat platform terapung besar memungkinkan pengunjung untuk memberi makan ikan dari dekat. Sungai Tha Chin di sini adalah rumah bagi populasi padat berbagai spesies ikan air tawar. Suasana sekitarnya teduh dan berangin sepanjang hari, menjadikannya tempat yang ideal untuk relaksasi dan kegiatan keluarga.
Di dalam area kuil, pengunjung juga dapat menemukan replika pajangan Surga dan Neraka, yang dibuat sesuai dengan kepercayaan Buddha. Patung dan adegan ini berfungsi sebagai pelajaran moral, terutama bagi anak-anak dan orang muda, mendorong kesadaran akan karma dan kehidupan etis.
Pada akhir pekan, Kuil Phra Loi menjadi sangat ramai dengan pasar komunitas, tempat penduduk setempat menjual makanan tradisional, makanan penutup buatan sendiri, dan produk lokal. Kadang-kadang, musik live yang dibawakan oleh anggota komunitas menambah suasana ceria. Akibatnya, Kuil Phra Loi bukan hanya situs keagamaan tetapi juga tempat rekreasi dan cerminan hidup dari budaya lokal di Suphan Buri.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Ikuti rute yang sama dengan Wat Phra Si Rattana Mahathat. Dari Jalan Somphan Khong, berkendara sekitar 2,9 km; kuil berada di sisi kanan dengan tempat parkir yang luas.
Transportasi Umum:
- Tuk-tuk dan "Songthaew" (mini-bus) lokal tersedia dari terminal bus Suphan Buri.
Perjalanan
Aktivitas yang Direkomendasikan:
- Memberi makan ikan dari dermaga terapung yang teduh sangat direkomendasikan karena suasananya yang santai dan kesempatan berfoto yang bagus.
Berkah:
- Pengunjung sering berdoa untuk kemajuan karier dan kemakmuran, secara simbolis meminta kehidupan mereka untuk "mengambang" di atas rintangan.
Waktu Terbaik untuk Mengunjungi:
- Kunjungi pada hari Sabtu atau Minggu untuk mengalami pasar lokal, atau pada hari kerja untuk pengalaman yang lebih tenang dan spiritual.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Lokal: Gratis
-
Pengunjung Asing: Gratis
Jam Buka
-
Buka 24 jam (Jam kunjungan yang disarankan: 08:00 - 17:00 untuk aula kuil).