Pasar Sam Chuk (Sam Chuk Market) adalah pasar komunitas tua yang dikelilingi oleh rumah-rumah kayu dan kisah kehidupan masyarakat dari masa lalu, dengan sangat sedikit perubahan atau modifikasi modern. Pengunjung benar-benar dapat melangkah mundur ke masa lalu dan merasakan suasana periode ketika pasar berada di puncaknya. Pada awalnya, Pasar Sam Chuk berfungsi sebagai pusat perdagangan penting di sepanjang cekungan Sungai Suphan. Penduduk desa setempat membawa produk asli seperti garam, kapas, mineral, dan rempah-rempah untuk diperdagangkan dengan pedagang yang bepergian dengan perahu.
Kemudian, ketika kawasan tepi sungai Suphan berkembang menjadi zona pertanian padi utama dan beberapa penggilingan padi besar didirikan, Pasar Sam Chuk tumbuh menjadi pusat perdagangan beras penting di wilayah tersebut. Kegiatan komersial menjadi hidup dan berkelanjutan, memungkinkan pasar untuk berkembang di luar tepi sungai ke daerah pedalaman. Deretan pertokoan kayu dibangun di sepanjang jalan, mencerminkan kemakmuran ekonomi pada era itu.
Selama masa keemasannya, pasar menghasilkan pendapatan pajak yang signifikan bagi pemerintah, yang menyebabkan penunjukan pemungut pajak pertama, Khun Chamnong Chinarak, yang memainkan peran kunci dalam mengelola dan mengawasi pasar. Periode kemakmuran ini berlangsung selama beberapa dekade. Namun, setelah jalan dibangun melalui Distrik Sam Chuk, orang semakin bergantung pada transportasi darat, menyebabkan perdagangan berbasis sungai dan gaya hidup tradisional pasar berangsur-angsur menurun.
Meskipun peran ekonominya berkurang, Pasar Sam Chuk terus mempertahankan tata letak pertokoan kayu dan gaya hidup komunitas tradisionalnya. Karena karakteristik fisik dan cara hidup masyarakat hanya sedikit berubah dari waktu ke waktu, bahkan setelah lebih dari seratus tahun, pasar telah menjadi contoh langka warisan budaya yang dilestarikan dalam masyarakat modern.
Akibatnya, masyarakat Pasar Sam Chuk secara kolektif bekerja untuk memulihkan, melestarikan, dan melestarikan arsitektur kayu tradisional sebagai warisan budaya. Pada saat yang sama, daerah tersebut dikembangkan menjadi tujuan wisata eko-budaya dan pusat pembelajaran masyarakat, memungkinkan pasar untuk mendapatkan kembali vitalitasnya. Salah satu bangunan yang paling signifikan adalah rumah Khun Chamnong Chinarak, pemungut pajak pertama dan pemilik Pasar Sam Chuk. Dibangun pada tahun 1916, rumah itu berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga serta tempat untuk menyambut dan mengakomodasi tokoh-tokoh terhormat dan tamu-tamu penting. Saat ini, rumah ini berdiri sebagai bukti sejarah yang mencerminkan kemakmuran dan hubungan komunitas yang kuat dari Pasar Sam Chuk.