“Lihat bendungan tanah kuno yang dibangun untuk menghalangi celah gunung dan menciptakan waduk besar. Pelajari tentang sistem irigasi brilian yang menggunakan gravitasi untuk mengirim air ke kota, dan bersantailah dengan pemandangan indah air yang memantulkan bayangan gunung”
Bendungan Sareedphong (Sareedphong Dam) adalah waduk kuno atau tanggul tanah yang menunjukkan keterampilan pengelolaan air yang brilian dari masyarakat Sukhothai. Nama Sareedphong awalnya berarti penyimpanan air atau bendungan. Di zaman kuno, kota Sukhothai terletak di dataran yang menghadapi masalah air yang signifikan. Selama musim hujan, terjadi banjir besar, tetapi di musim kemarau, terjadi kekurangan air yang parah dan tanah menjadi kering kerontang. Oleh karena itu, masyarakat Sukhothai harus menemukan cara untuk mengendalikan dan mengelola air untuk penggunaan sehari-hari dan pertanian.
Nenek moyang Sukhothai memutuskan untuk membangun dinding tanah yang besar untuk bertindak sebagai bendungan, menghalangi celah antara dua gunung: Khao Phra Bat Yai dan Khao Kiu Ai Ma. Metode ini menangkap air alami yang mengalir turun dari pegunungan dan jajaran Khao Luang, menyimpan sejumlah besar air di waduk besar sebelum mengalir pergi dengan boros atau menyebabkan kerusakan di bawahnya. Memilih lokasi ini untuk membangun bendungan membuktikan bahwa orang-orang di masa lalu memiliki pemahaman yang sangat baik tentang ketinggian tanah dan arah aliran air.
Bagian yang paling menakjubkan dari sistem ini adalah bagaimana mereka mengirim air dari bendungan ke kota Sukhothai, yang terletak lebih jauh. Mereka menggunakan metode cerdas dengan mengandalkan tingkat medan yang berbeda sehingga gravitasi membantu air mengalir dari area tinggi ke rendah melalui kanal dan pipa tanah liat kuno. Air ini diangkut untuk mengisi kolam besar yang dikenal sebagai Trapang, yang digali di sekitar kuil, istana, dan tempat-tempat penting di seluruh kota. Hal ini memastikan bahwa masyarakat Sukhothai memiliki cukup air bersih untuk dikonsumsi sepanjang tahun, bahkan selama berbulan-bulan tanpa hujan.
Selain itu, Bendungan Sareedphong memainkan peran penting dalam mengendalikan volume air selama musim banjir dengan memperlambat aliran air sehingga tidak membanjiri kota tua secara langsung. Sistem irigasi ini seperti fondasi vital yang membuat Kerajaan Sukhothai subur dan stabil, sebagaimana tercatat dalam prasasti batu sejarah bahwa kota itu memiliki air yang nyaman untuk digunakan. Saat ini, Bendungan Sareedphong tetap menjadi bukti sejarah yang hidup, menunjukkan bahwa upaya untuk mengatasi alam dengan kebijaksanaan dapat menciptakan kualitas hidup yang baik bagi masyarakat selama ratusan tahun.
Cara Menuju ke Sana
-
Mobil Pribadi: Dari pintu masuk Taman Sejarah Sukhothai, berkendara ke barat (sama seperti ke Wat Pa Mamuang). Ada rambu yang jelas menunjuk ke Bendungan Sareedphong di sepanjang rute. Jalan menyediakan akses mudah ke bendungan.
-
Transportasi Umum: Anda dapat menyewa sepeda dari depan taman dan bersepeda di sepanjang rute kota tua bagian luar atau menggunakan layanan trem listrik taman yang mengelilingi situs-situs sejarah bagian barat.
Perjalanan
-
Waktu yang Direkomendasikan: Yang terbaik adalah berkunjung di pagi hari atau sore hari sebelum matahari terbenam. Sinar matahari lembut yang mengenai air dan memantulkan bayangan gunung sangat indah, dan cuacanya tidak terlalu panas.
-
Pakaian: Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu berjalan yang nyaman, karena area bendungan adalah ruang terbuka di luar ruangan.
-
Konservasi: Harap bantu menjaga kebersihan area tersebut. Jangan membuang sampah atau benda ke dalam waduk untuk melestarikan pemandangan dan kualitas sumber air kuno ini.
Biaya Masuk:
-
Termasuk dalam biaya masuk Taman Sejarah Sukhothai: Warga Negara Thailand 20 THB / Warga Negara Asing 100 THB.
Jam Buka:
-
Buka Setiap Hari: 06:00 - 18:00.