“Sembah leluhur wanita agung dari Kerajaan Sukhothai. Kagumi patung kuno dengan keindahan yang luar biasa, didorong oleh iman yang mendalam dari penduduk Sukhothai yang telah diturunkan selama beberapa generasi”

Kuil Phra Mae Ya (Phra Mae Ya Shrine) adalah situs suci terpenting di Provinsi Sukhothai. Di dalam kuil terdapat patung kuno yang paling dihormati oleh masyarakat setempat. Menurut bukti sejarah dan kepercayaan yang sudah lama ada, patung ini mewakili Ratu Sueang, istri Raja Sri Indraditya (Raja Sukhothai pertama) dan ibu dari Raja Ramkhamhaeng yang Agung. Nama Phra Mae Ya mencerminkan hubungan yang mendalam; dia dianggap sebagai Ibu Raja dan Nenek (Ya) yang telah melindungi rakyat Sukhothai selama berabad-abad.

Mengenai penampilan fisiknya, patung Phra Mae Ya yang asli diukir dari Batu Tulis Abu-abu, bahan yang umum digunakan untuk seni berkualitas tinggi selama periode Sukhothai. Patung itu menggambarkan seorang wanita bangsawan dalam pakaian kuno yang elegan, mengenakan mahkota tinggi dan perhiasan yang indah. Namun, ketika wisatawan berkunjung hari ini, mereka akan melihat patung itu berwarna keemasan yang cerah. Ini karena kekuatan iman dari warga yang telah berkunjung untuk beribadah selama beberapa dekade. Orang-orang membawa Daun Emas untuk ditempelkan pada patung sebagai persembahan. Seiring waktu, lapisan daun emas telah menutupi permukaan batu asli, menjadi simbol iman yang terlihat yang tetap indah sepanjang waktu.

Awalnya, patung ini diabadikan di dalam gua di puncak Khao Narai (Khao Luang), gunung tinggi suci kerajaan. Pada zaman kuno, raja dan warga akan mendaki gunung untuk melakukan upacara pemujaan untuk perdamaian dan kemakmuran. Pada tahun 1953, patung itu dipindahkan ke kuil baru di tepi Sungai Yom di pusat kota agar memudahkan orang untuk berkunjung dan memberikan penghormatan. Relokasi ini menghubungkan pemujaan leluhur kuno dengan gaya hidup modern Sukhothai. Kepercayaan lokal mengatakan bahwa Phra Mae Ya sangat penyayang. Siapa pun yang menghadapi penderitaan atau mencari kesuksesan dalam karir mereka sering datang ke sini untuk berdoa, dan mereka sering menerima kesuksesan yang mereka harapkan.

Setiap tahun selama Festival Songkran, perayaan besar untuk Phra Mae Ya diadakan. Orang-orang membawa persembahan seperti "manisan Merah dan Putih" (Khanom Daeng Khanom Khao) dan bunga. Ada juga upacara penyiraman air untuk meminta berkah. Mengunjungi Kuil Phra Mae Ya bukan hanya tentang mengunjungi situs bersejarah; ini tentang mengalami fondasi rasa syukur yang dimiliki orang Thailand untuk para leluhur yang membangun bangsa. Bagi wisatawan yang mengunjungi Sukhothai, memulai perjalanan dengan memberikan penghormatan kepada Phra Mae Ya dianggap sebagai cara untuk menghormati penjaga kota dan menerima energi positif untuk kehidupan yang sejahtera.


Cara Menuju ke Sana
  • Dari Taman Sejarah Sukhothai: Naik bus kayu lokal di rute Sukhothai-Kota Tua. Turun di pasar atau di depan Balai Provinsi dengan jarak sekitar 12 kilometer.

  • Bepergian di dalam Kota: Anda dapat menggunakan becak sepeda, Tuk-Tuk, atau berjalan kaki jika Anda menginap di hotel di area pusat kota.

Perjalanan
  • Persembahan: Anda dapat menyiapkan bunga, dupa, dan lilin, atau menemukannya di depan kuil. Persembahan tradisional yang unik adalah "manisan Merah dan Putih."

  • Kode Berpakaian: Harap berpakaian sopan untuk menunjukkan rasa hormat terhadap situs suci (hindari mengenakan celana pendek atau kemeja tanpa lengan).


Biaya Masuk:

  • Tidak Ada Biaya Masuk

Jam Buka:

  • Buka Setiap Hari: 07:00 – 18:00

Kuil Phra Mae Ya

Bagikan

Di depan Balai Provinsi Sukhothai, Jalan Nikorn Kasem, Kecamatan Thani, Distrik Mueang, Provinsi Sukhothai. Map

Daftar 0 ulasan |

Tutup hari ini

Mon7.00 - 18.00
Tue7.00 - 18.00
Wed7.00 - 18.00
Thu7.00 - 18.00
Fri7.00 - 18.00
Sat7.00 - 18.00
Sun7.00 - 18.00

055-616228

https://www.thai-tour.com/thai-tour/north/sukhothai/data/place/phramaeya-shrine.htm

25

Kelola perjalanan Anda

Delete

Semua ulasan

(Daftar 0 ulasan)

Kunjungan terakhir