“Lihat inisial bersejarah "J.P.R." Raja Rama V yang diukir di tebing batu dan rasakan pengalaman modern "Terowongan Pha Sadet," terowongan kereta api jalur ganda terpanjang di Thailand (lebih dari 5,4 kilometer).”
Stasiun Kereta Api Pha Sadet (Pha Sadet Railway Station) adalah stasiun kereta api kelas tiga di Jalur Kereta Api Timur Laut, jalur kereta api pertama di Thailand, dan memegang kepentingan sejarah yang signifikan dalam sejarah transportasi negara. Nama stasiun berasal dari “Pha Sadet Phak,” yang biasa disingkat menjadi Pha Sadet, sebuah tebing berbatu besar yang membentang dekat dengan jalur kereta api dan berfungsi sebagai landmark sejarah penting yang terkait dengan monarki Thailand.
Pada tahun 1896, selama pembangunan jalur kereta api Bangkok–Nakhon Ratchasima, rute tersebut harus melewati hutan lebat yang dikenal sebagai “Dong Phaya Fai,” nama lama dari yang sekarang menjadi Dong Phaya Yen. Pada saat itu, daerah tersebut terkenal dengan kondisi yang keras, malaria, medan yang berliku-liku, dan bahaya serius yang dihadapi oleh pekerja kereta api. Selama periode ini, Raja Chulalongkorn (Rama V) dan Ratu Saovabha Phongsri melakukan kunjungan kerajaan ke daerah Pha Sadet pada 22 Desember 1896.
Pada kesempatan bersejarah ini, Raja dengan ramah memerintahkan ukiran monogram kerajaan “Jor Por Ror”, “Sor Por”—mewakili Ratu Saovabha Phongsri—dan angka “115,” mengacu pada tahun dalam Era Rattanakosin (R.S.) kunjungan kerajaan. Prasasti ini dibuat di permukaan batu untuk memberikan keberuntungan dan untuk menyemangati para pekerja kereta api yang bekerja dalam kondisi yang sangat sulit. Ukiran tersebut tetap menjadi catatan sejarah yang tak ternilai hingga saat ini.
The Prasasti sejarah Pha Sadet terletak sekitar 50 meter di barat daya stasiun kereta api. Saat ini, daerah sekitarnya telah ditata dengan hati-hati dan diamankan dengan pagar pelindung. Sebuah kuil yang dikenal sebagai Kuil Luang Pho Pha Sadet telah didirikan, bersama dengan patung Raja Chulalongkorn (Rama V), memungkinkan pengunjung untuk memberikan penghormatan dan memperingati kebajikan Raja.
Perkembangan besar lainnya di daerah ini adalah pembukaan Terowongan Pha Sadet pada tahun 2024, sebagai bagian dari proyek jalur kereta api ganda Mab Kabao–Muak Lek. Terowongan tersebut terdiri dari terowongan tunggal kembar dengan panjang total 5,41 kilometer, menjadikannya terowongan kereta api terpanjang di Thailand. Proyek ini secara signifikan mengurangi waktu tempuh, meningkatkan keselamatan, dan melewati tanjakan curam dari rute pegunungan sebelumnya melalui daerah Dong Phaya Yen.
Meskipun ada pembangunan infrastruktur modern, Stasiun Kereta Api Pha Sadet telah mempertahankan pesona arsitektur stasiun tradisionalnya. Dikelilingi oleh pegunungan, hutan, dan lingkungan alam yang damai, stasiun ini tidak hanya berfungsi sebagai situs bersejarah tetapi juga sebagai tujuan wisata budaya dan tempat peristirahatan yang tenang bagi mereka yang terpesona oleh sejarah sistem kereta api Thailand.
Cara Menuju ke Sana
Dengan Mobil Pribadi:
- Dari Saraburi, ambil Jalan Mittraphap menuju Korat. Lewati Kaeng Khoi ke Thap Kwang (KM 131-132). Belok kiri ke jalan lokal (sama seperti Wat Tham Phra Phothisat, tetapi ikuti rambu ke Stasiun Pha Sadet). Berkendara sekitar 8-10 km.
Dengan Kereta Api:
- Anda dapat naik kereta api lokal atau biasa (seperti kereta api 233/234 atau 135/136) yang berhenti di Stasiun Pha Sadet untuk merasakan perjalanan bersejarah.
Perjalanan
-
Jika Anda berencana untuk melihat prasasti dan tebing, bawalah topi atau payung karena area terbuka bisa sangat cerah.
-
Saat ini, sebagian besar kereta api penumpang menggunakan terowongan baru (yang tidak melewati stasiun asli atau tebing). Jika Anda ingin melihat stasiun dan tebing secara khusus, lebih baik bepergian dengan mobil atau memeriksa kereta api lokal yang masih menggunakan jalur asli (kebanyakan kargo atau jalur lokal tertentu).
-
Waktu kunjungan yang disarankan adalah 08:00 – 17:00.
Biaya Masuk
-
Gratis (Area publik di bawah perawatan Kereta Api Negara Thailand)
Jam Buka
-
Area tebing dapat diakses sepanjang hari, tetapi disarankan pada siang hari untuk keselamatan dan kejelasan prasasti.