“Jelajahi gugusan bangunan istana putih bersih yang membentang di tiga puncak bukit, menampilkan jalan setapak berbatu dan observatorium berkubah kaca yang melambangkan penerimaan Raja Rama IV terhadap ilmu pengetahuan modern.”
Taman Bersejarah Phra Nakhon Khiri (Phra Nakhon Khiri Historical Park) , yang umumnya dikenal sebagai “Khao Wang,” adalah istana musim panas yang diprakarsai oleh Raja Mongkut (Rama IV) pada 1859 (B.E. 2402). Istana ini berdiri di atas bukit sekitar 92 meter di atas permukaan laut, menghadap kota Phetchaburi. Dipilih karena lokasinya yang strategis dan iklim yang menyenangkan, Phra Nakhon Khiri berfungsi sebagai tempat peristirahatan kerajaan, pusat administrasi untuk wilayah barat, dan lokasi studi ilmiah. Tempat ini diakui sebagai istana kerajaan pertama Thailand yang dibangun di atas gunung.
Kompleks istana ini direncanakan dengan cerdik untuk selaras dengan bentang alam dan dibagi menjadi tiga bagian utama di tiga puncak bukit. Ini termasuk area tempat tinggal kerajaan di puncak barat, Phra That Chom Phet di puncak tengah, dan Wat Phra Kaew Noi di puncak timur. Tata ruang ini mencerminkan konsep tradisional keseimbangan antara otoritas sekuler dan kekuatan spiritual, prinsip utama dalam kerajaan Thailand.
Secara arsitektur, Phra Nakhon Khiri dibedakan oleh perpaduan harmonis antara gaya artistik Neoklasik Barat, Cina, dan Thailand. Bangunan utama termasuk Aula Tahta Phetphum Phairoj, yang berfungsi sebagai tempat tinggal kerajaan dan aula administrasi dan sekarang berfungsi sebagai museum nasional, serta Aula Tahta Pramot Mahaisawan dan Wechayan Wichien Prasat, digunakan untuk upacara dan resepsi kerajaan.
Salah satu struktur yang paling signifikan secara historis adalah Aula Tahta Chatchawal Wiangchai, sebuah observatorium tempat Raja Rama IV melakukan pengamatan astronomi berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah modern. Bangunan ini berdiri sebagai bukti kuat kecemerlangan intelektual Raja dan visi berpandangan ke depan dalam memperkenalkan ilmu pengetahuan dan pengetahuan Barat ke Siam selama periode modernisasi awalnya.
Setelah pemerintahan Raja Rama IV, Phra Nakhon Khiri terus digunakan oleh raja-raja kemudian sebelum secara bertahap menurun fungsinya sebagai kerajaan. Akhirnya, Departemen Seni Rupa mendaftarkan situs ini sebagai monumen nasional dan menetapkannya sebagai Taman Bersejarah Phra Nakhon Khiri, memastikan pelestariannya sebagai situs warisan budaya dan sejarah yang vital.
Saat ini, Khao Wang adalah salah satu atraksi paling ikonis di Phetchaburi. Pengunjung dapat berjalan-jalan di bawah terowongan pohon kamboja kuno, menikmati angin sejuk pegunungan, dan mengagumi pemandangan panorama 360 derajat kota di bawah. Fitur menarik dan terkenal lainnya dari situs ini adalah pasukan monyet yang menghuni, yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di bukit.
Phra Nakhon Khiri bukan hanya landmark provinsi tetapi simbol abadi dari transisi Siam menuju modernitas, mencerminkan kebijaksanaan, visi, dan warisan artistik para raja Thailand yang dihormati yang terus bersinar lintas generasi.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Berkendara di sepanjang Jalan Phetkasem menuju kota Phetchaburi; istana terlihat jelas di puncak bukit. Parkir tersedia di kaki bukit.
Kereta Gantung:
- Bagi mereka yang tidak ingin mendaki, layanan kereta gantung (trem) tersedia untuk mengangkut pengunjung dengan nyaman dan cepat ke puncak.
Transportasi Umum:
- Dari Bangkok, naik van atau bus ke stasiun Phetchaburi, lalu sewa Tuk-Tuk atau ojek ke pintu masuk taman.
Perjalanan
Musim Terbaik untuk Berkunjung:
- Berkunjunglah di pagi hari (08:30 – 10:30) atau sore hari (15:00 – 16:00) untuk menghindari sengatan matahari yang terik dan menyaksikan matahari terbenam yang indah.
Perlengkapan dan Pakaian:
- Kenakan sepatu berjalan yang nyaman karena jalannya miring dan dilapisi batu. Berpakaianlah dengan sopan karena ini adalah situs bersejarah pemerintah dan tempat tinggal kerajaan.
Perhatikan Barang Bawaan Anda:
- Berhati-hatilah dengan monyet-monyet setempat; jangan membawa kantong plastik atau makanan di tangan Anda, dan amankan kacamata atau topi agar tidak direbut.
Festival Utama:
- Jika berkunjung pada bulan Februari, jangan lewatkan pameran "Phra Nakhon Khiri-Mueang Phet", yang menampilkan pertunjukan cahaya dan kembang api malam yang spektakuler.
Perencanaan:
- Luangkan setidaknya 2-3 jam untuk menjelajahi ketiga puncak dan mengunjungi Museum Nasional di dalam aula tahta.
Biaya Masuk
-
Pengunjung lokal: Dewasa 20 THB, Anak-anak 10 THB (Biaya kereta gantung tidak termasuk)
-
Pengunjung asing: Dewasa 150 THB, Anak-anak 50 THB (Biasanya termasuk masuk museum; kereta gantung mungkin dikenakan biaya tambahan)
Jam Buka
-
Jam buka umum setiap hari: 08:30 – 16:30
-
Museum Nasional tutup pada hari Senin dan Selasa, tetapi area taman tetap buka