“Kagumi air yang jatuh dari tebing curam setinggi 100 meter, berubah menjadi kabut halus yang lembut saat menghantam bebatuan di tengah hutan hujan tropis yang masih alami.”
Air Terjun Pha Rom Yen (Pha Rom Yen Waterfall) dianggap sebagai salah satu air terjun terindah dan paling khas di Provinsi Uthai Thani. Tersembunyi dengan tenang di dalam Pegunungan Pla Ra di Distrik Ban Rai, air terjun ini menampilkan air terjun besar yang mengalir menuruni tebing batu kapur yang curam. Tidak seperti air terjun pada umumnya di mana air jatuh dalam aliran deras, air di sini tersebar menjadi kabut halus, menyerupai hujan lembut atau untaian sutra panjang yang mengalir anggun di sepanjang permukaan tebing.
Tebing batu kapur ditutupi dengan lumut hijau subur dan alga, memungkinkan air meluncur dengan lembut di atas permukaan. Ini menciptakan efek visual yang halus dan menenangkan yang memberikan seluruh area suasana yang sejuk dan menyegarkan, dengan sempurna mencerminkan arti dari nama “Pha Rom Yen,” yang menyampaikan rasa teduh dan sejuk. Pemandangan keseluruhan tampak lembut dan menenangkan, daripada dramatis atau kuat.
Daya tarik lain dari Air Terjun Pha Rom Yen terletak pada lingkungan hutan yang kaya di sepanjang jalur berjalan kaki menuju lokasi, yang membentang sekitar 600–800 meter. Pengunjung melewati terowongan alami yang dibentuk oleh pohon-pohon besar dan kanopi hutan yang lebat di atas kepala. Jalan setapak dipenuhi dengan kelembapan, kicau burung, dan ritme hutan yang tenang, mengubah perjalanan itu sendiri menjadi pengalaman terapeutik yang secara alami menenangkan tubuh dan pikiran.
Setibanya di air terjun, terutama selama periode aliran air yang melimpah, tetesan air halus menyebar ke seluruh area sekitarnya, menciptakan sensasi sejuk dan menyegarkan. Bahkan tanpa memasuki air, pengunjung dapat dengan jelas merasakan kesegaran hanya dengan berdiri di dekatnya dan menikmati pemandangan. Ini menjadikan area ini ideal untuk istirahat dan perenungan damai di alam.
Di luar air terjun utama, tebing batu kapur di sekitarnya menghadirkan suasana misterius dan hampir sakral. Formasi batuan yang terkikis secara alami berpadu secara harmonis dengan pakis dan tanaman yang menempel di dinding tebing, membentuk pemandangan yang mengingatkan pada lukisan lanskap klasik Tiongkok. Area ini telah dilestarikan dalam keadaan alami dan tidak tersentuh sebanyak mungkin, memungkinkan pengunjung untuk mengalami tingkat ketenangan dan privasi yang tinggi, berbeda dari air terjun komersial di tempat lain.
Bagi fotografer lanskap, Air Terjun Pha Rom Yen berfungsi sebagai kelas alami yang sangat baik untuk menangkap air mengalir dalam garis-garis lembut seperti sutra, terutama melalui penggunaan kecepatan rana yang lambat yang mengontraskan gerakan air dengan nada hijau tua dari lumut dan alga. Seniman dan naturalis sering menghabiskan waktu berjam-jam di sini, menyerap detail rumit dari ekosistem kecil di bebatuan dan kemegahan tebing batu kapur di sekitarnya.
Air Terjun Pha Rom Yen dapat digambarkan sebagai “air terjun sutra” tersembunyi di dalam hutan—tujuan mempesona yang mengungkapkan keindahan alam yang lembut yang diukir dengan halus ke dalam batu kapur, dan tempat peristirahatan yang sempurna bagi mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari dan membenamkan diri dalam hijaunya hutan yang menenangkan.
Cara Menuju ke Sana
Dengan Mobil Pribadi:
- Dari distrik Ban Rai, ambil Jalan Raya 3011 (Ban Rai–Phu Bon) sejauh sekitar 10 km. Cari tanda Air Terjun Pha Rom Yen di sebelah kanan. Belok ke jalan tanah sejauh sekitar 2 km ke tempat parkir, lalu berjalan kaki selama 15–20 menit.
Dengan Transportasi Umum:
- Naik van ke pusat distrik Ban Rai, lalu sewa kendaraan pribadi lokal (Skylab atau truk pick-up), karena tidak ada transportasi umum reguler langsung ke awal jalur.
Perjalanan
Musim Terbaik:
- Waktu puncak adalah September hingga November selama akhir musim hujan saat aliran air paling indah dan hutan berada pada titik terhijau.
Peralatan:
- Kenakan sepatu kets atau sepatu hiking dengan cengkeraman yang baik, karena jalan setapak bisa licin karena lumut dan akar pohon. Bawa penolak serangga atau lintah untuk berjaga-jaga.
Fotografi:
- Gunakan tripod untuk menangkap efek "sutra" yang mengalir dari air. Waspadai kabut tebal, yang dapat dengan cepat mengaburkan lensa kamera Anda.
Keamanan:
- Mohon bantu menjaga kebersihan hutan dengan membuang sampah Anda. Disarankan untuk mulai kembali pada pukul 16:30 untuk mencapai tempat parkir sebelum gelap.
Biaya Masuk
-
Warga Negara Thailand: Gratis (Donasi untuk pemeliharaan situs diterima)
-
Wisatawan Asing: Gratis
Jam Buka
-
Buka setiap hari dari pukul 08:30 hingga 16:30
-
Kunjungan tidak disarankan saat hujan lebat karena potensi banjir bandang atau jalan setapak yang licin