“Rasakan denyut nadi sejarah melalui dentuman ritmis di Pabrik Perunggu Jiam Sangsawang, satu-satunya yang tersisa, dan jelajahi arsitektur unik Pasar Raikarn (Pasar Tanpa Pilar).”
Komunitas Baan Bu (Baan Bu Community) adalah pemukiman bersejarah yang berasal dari era Ayutthaya. Komunitas ini dihidupkan kembali pada awal periode Rattanakosin oleh para pengrajin yang bermigrasi dan membawa serta seni kuno pembuatan perunggu. Terletak di sepanjang Kanal Bangkok Noi, yang dulunya merupakan arteri transportasi utama, Baan Bu menjadi pusat vital untuk perdagangan dan kerajinan, khususnya untuk mangkuk "perunggu dipoles batu" yang terkenal di dunia, yang dikenal karena daya tahan dan kilau resonansi uniknya.
Jiwa dari komunitas ini adalah Tembaga Dipoles Batu Baan Bu, kerajinan yang membutuhkan keterampilan yang sangat besar. Prosesnya melibatkan peleburan paduan tembaga-timah tertentu, penempaan logam dengan tangan di atas panas yang hebat, dan pemolesan dengan batu secara cermat. Hal ini mencerminkan cara hidup pengrajin yang mengakar kuat. Saat ini, "Pabrik Jiam Sangsawang" adalah satu-satunya bengkel yang tersisa di mana pengunjung dapat menyaksikan mahakarya kerajinan Thailand ini dihidupkan.
Suasana tetap sangat tenang, melestarikan esensi dari gaya hidup tepi sungai tradisional. Pengunjung dapat melihat rumah-rumah kayu tua dan landmark seperti Pasar Thong Temple (Pasar Raikarn), pasar kayu bersejarah yang dirancang tanpa pilar tengah untuk memfasilitasi pergerakan barang dari perahu. Di dekatnya, Wat Suwannaram menawarkan mural menakjubkan yang dianggap sebagai mahakarya periode awal Bangkok, menambahkan lapisan budaya pada pengalaman tersebut.
Bagi para pelancong budaya dan fotografer, Baan Bu adalah harta karun untuk menangkap adegan langka kehidupan otentik Bangkok. Sinar matahari yang menyaring melalui asap bengkel dan percikan api dari tungku menciptakan bidikan yang kuat dan atmosfer. Berjalan melalui gang-gang sempit mengungkapkan senyum lokal dan makanan jalanan otentik, menjadikannya tempat untuk pendalaman budaya yang mendalam daripada hanya sekadar berhenti jalan-jalan singkat.
Kami mengundang Anda untuk merasakan "Irama Bangkok Noi" dan mendukung seni Thailand yang sekarat. Dengan berkunjung, Anda membantu memastikan bahwa Baan Bu tetap menjadi museum hidup, dengan bangga membagikan kisah warisan Thailand kepada dunia untuk generasi mendatang.
Cara Menuju ke Sana
Perahu Ekspres:
- Turun di Dermaga Stasiun Kereta Thonburi atau Dermaga Prannok (Wang Lang), lalu naik ojek singkat ke Soi Charan 32.
MRT:
- Naik Jalur Biru ke Stasiun Bang Khun Non, lalu naik ojek atau berjalan kaki singkat melewati pasar Sala Nam Yen ke dalam komunitas.
Mobil Pribadi:
- Akses melalui Soi Charan Sanit Wong 32 (Parkir sangat terbatas; transportasi umum sangat disarankan).
Perjalanan
Waktu Berkunjung Terbaik:
- Kunjungi pada Hari Kerja atau Sabtu antara pukul 09:00 – 15:00 untuk melihat proses pembuatan perunggu (bengkel biasanya tutup pada hari Minggu).
Persiapan:
- Kenakan sepatu berjalan yang nyaman dan pakaian ringan, karena gang-gangnya sempit dan area bengkel bisa sangat panas.
Fotografi:
- Mengambil foto di pabrik diperbolehkan, tetapi mohon minta izin terlebih dahulu dan hindari mengganggu konsentrasi pengrajin.
Oleh-oleh:
- Pertimbangkan untuk membeli barang-barang perunggu kecil sebagai suvenir berkualitas tinggi untuk mendukung ekonomi lokal dan melestarikan kerajinan.
Jadwal perjalanan:
- Perjalanan ini dapat dengan mudah digabungkan dengan kunjungan ke Wat Suwannaram dan wisata kuliner di Pasar Wang Lang terdekat.
Biaya Masuk
-
Pengunjung lokal: Gratis
-
Pengunjung asing: Gratis
Jam Buka
-
Bengkel Komunitas Harian: Sen-Sab, 08:30 – 16:30.