“Pha Chor terkenal dengan tebing tanahnya yang menjulang, lapisan sedimen yang unik, dan jalur alam yang indah, menjadikannya salah satu daya tarik tersembunyi di Chiang Mai.”
Pha Chor adalah salah satu daya tarik alam yang paling luar biasa di dalam Taman Nasional Mae Wang, Provinsi Chiang Mai. Sering disebut sebagai “Grand Canyon Thailand,” lanskap yang luar biasa ini terbentuk melalui proses geologi alami selama jutaan tahun, menciptakan tebing bumi dramatis dan pilar sedimen menjulang yang tidak ada duanya di Thailand.
Tebing tersebut awalnya terbentuk dari sedimen yang diendapkan oleh Sungai Ping, yang dahulu mengalir melalui area ini ribuan tahun lalu. Seiring waktu, sungai mengubah jalurnya, meninggalkan lapisan pasir, kerikil, tanah liat, dan tanah kaya mineral. Lapisan-lapisan ini lalu memadat dan terlihat melalui erosi alami yang disebabkan oleh angin, hujan, sinar matahari, dan limpasan air musiman.
Saat pergerakan tektonik perlahan mengangkat tanah ke atas, lapisan sedimen yang terbuka diukir menjadi tebing curam dan formasi bumi yang tidak biasa. Saat ini, pengunjung dapat dengan jelas melihat pola alami yang rumit dan tekstur berlapis di sepanjang dinding tebing, menampilkan sejarah geologi wilayah ini. Beberapa formasi menyerupai dinding benteng kuno, pilar raksasa, atau katedral alami yang menjulang dramatis dari lantai hutan.
Tebing di Pha Chor mencapai ketinggian sekitar 30 meter, menyebar di area luas yang dikelilingi oleh hutan dipterokarpa kering. Selama pagi dan sore hari, sinar matahari memantul indah pada lapisan tanah cokelat, oranye, dan emas, membuat pemandangan ini sangat populer di kalangan fotografer dan pecinta alam.
Pengunjung harus berjalan di sepanjang jalur alam sepanjang 500 meter (sekitar 1 kilometer pulang pergi) untuk mencapai titik pandang utama. Sepanjang jalur, para pelancong melintasi pemandangan hutan, dasar sungai kering, dan formasi bumi menarik lainnya yang disebut “Kio Suea Ten.” Tanda informasi di sepanjang rute menjelaskan arti penting geologis daerah ini, menjadikan jalur tersebut informatif dan menyenangkan.
Selain keindahan pemandangannya, Pha Chor juga berfungsi sebagai situs pembelajaran geologi yang penting di Thailand utara. Siswa, peneliti, dan pelancong yang tertarik pada sejarah alam dapat mempelajari pola sedimentasi, proses erosi, dan evolusi lanskap langsung dari lapisan tebing yang terbuka.
Dengan lanskapnya yang langka, suasana prasejarah, dan formasi alam yang menakjubkan, Pha Chor tetap menjadi salah satu Unseen Thailand yang paling mengesankan di Chiang Mai.
Cara Menuju ke Sana
- Dari kota Chiang Mai, ambil Jalan Raya 108 (Jalan Chiang Mai–Hot) menuju Distrik Doi Lo. Sekitar penanda kilometer 38, belok kanan mengikuti tanda ke Taman Nasional Mae Wang (Pha Chor). Lanjutkan berkendara sekitar 20 kilometer untuk mencapai kantor taman dan area parkir.
Perjalanan
- Kenakan sepatu nyaman dengan cengkeraman yang baik, karena bagian dari jalurnya berpasir dan berbatu
- Kunjungi di pagi hari sebelum pukul 10:00 untuk menghindari panas yang kuat dan mendapatkan pencahayaan terbaik untuk fotografi
- Bawalah air minum untuk di jalur berjalan kaki
- Musim dingin dan musim hujan menawarkan pemandangan yang sangat indah
- Hati-hati di dekat tepi tebing dan bantu lestarikan lingkungan alam
Harga Tiket Masuk:
Pengunjung Lokal
- Dewasa: 20 Baht
- Anak-anak: 10 Baht
Pengunjung Asing
- Dewasa: 100 Baht
- Anak-anak: 50 Baht
Biaya Kendaraan
- Mobil: 30 Baht per kendaraan
Jam Buka:
- Buka setiap hari dari 08:00 – 16:00