“Ini adalah pusat perdagangan perbatasan yang mempertemukan barang-barang dari negara-negara Indochina dan produk lokal Nong Khai, bersama dengan jalan tepi Sungai Mekong yang indah dan tanda "Ujung Perbatasan Nong Khai", yang wajib dilihat oleh para wisatawan.”
Pasar Tha Sadet (Tha Sadet Market), yang dikenal luas sebagai "Pasar Indochina," terletak di tepi Sungai Mekong di jantung kota Nong Khai. Lokasi ini memiliki makna historis yang sangat besar karena dulunya berfungsi sebagai penyeberangan perbatasan permanen utama dan pelabuhan pengiriman antara Thailand dan Vientiane, ibu kota Republik Demokratik Laos. Nama "Tha Sadet" (berarti "Dermaga Kerajaan") diberikan untuk menghormati kunjungan bersejarah Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej Agung dan Yang Mulia Ratu Sirikit Ibu Suri Ratu pada tahun 1955, yang tiba di dermaga ini untuk melaksanakan tugas-tugas kerajaan dan bertemu dengan masyarakat setempat, menandai peristiwa penting dalam sejarah provinsi.
Saat ini, meskipun sebagian besar logistik internasional telah beralih ke Jembatan Persahabatan Thailand-Laos Pertama, Pasar Tha Sadet tetap menjadi pusat perdagangan perbatasan yang paling dinamis di wilayah ini. Pasar ini bercirikan ruko-ruko tradisional dan jalan setapak beratap panjang yang membentang sejajar dengan sungai. Di dalam batas-batasnya, ratusan kios menawarkan berbagai macam barang impor dari negara-negara Indochina, termasuk peralatan dapur baja tahan karat berkualitas tinggi dari Tiongkok, keranjang anyaman tangan yang rumit dari Laos dan Vietnam, elektronik, tekstil lokal yang indah, dan ornamen eksotis. Barang-barang ini mencerminkan perpaduan budaya dan ekonomi yang telah lama terjalin yang difasilitasi oleh perdagangan lintas Mekong.
Daya tarik Pasar Tha Sadet yang menonjol lainnya adalah zona yang didedikasikan untuk hidangan kuliner lokal dan suvenir terkenal. Ini adalah tujuan utama untuk produk daging olahan seperti "Moo Yo" (sosis babi putih), "Kun Chiang" (sosis ala Tiongkok), dan "Nam Nueng" (lumpia daging Vietnam) yang otentik, yang merupakan pembelian pokok bagi pengunjung. Selain itu, kawasan tepi sungai telah dikembangkan menjadi Promenade Tepi Sungai Mekong yang luas dan bersih. Area ini menampilkan patung Naga—melambangkan kepercayaan spiritual yang mendalam dari masyarakat Mekong—dan menawarkan pemandangan panorama sungai yang luas. Terutama saat matahari terbenam, cahaya keemasan yang memantul di atas air menciptakan suasana yang tenang dan indah, menjadikannya landmark penting bagi siapa pun yang mengunjungi Nong Khai.
Cara Menuju ke Sana
- Terletak di jantung kota Nong Khai, sekitar 1,5 kilometer dari stasiun bus provinsi, dapat diakses dengan mobil pribadi (tersedia tempat parkir di sekitar pasar) atau dengan becak bermotor dari berbagai titik di kota.
Perjalanan
-
Selalu bawa uang tunai karena beberapa kios kecil mungkin tidak menerima pembayaran seluler atau kartu.
-
Tiba sekitar pukul 16:00 untuk berbelanja sebelum menikmati pemandangan matahari terbenam di tepi Sungai Mekong.
-
Periksa elektronik dengan cermat dan tanyakan tentang persyaratan garansi sebelum melakukan pembelian.
-
Jangan ragu untuk menawar dengan sopan untuk mendapatkan harga yang lebih baik saat membeli banyak barang atau suvenir.
-
Kunjungi pada Sabtu malam untuk merasakan pasar Jalan Kaki Nong Khai di dekatnya.
-
Tempat parkir terbatas pada akhir pekan; pertimbangkan untuk parkir di kuil terdekat dan berjalan ke pasar.
-
Jangan lewatkan untuk berfoto dengan papan nama ikonik "Perbatasan Nong Khai".
-
Sebagian besar toko makanan dapat mengemas atau mengotaki suvenir seperti Nam Nueng untuk perjalanan udara.
-
Kenakan sepatu berjalan yang nyaman karena area pasar cukup panjang dengan banyak lorong untuk dijelajahi.
-
Bawa tas belanja Anda sendiri yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi penggunaan plastik dan membawa barang-barang Anda dengan mudah.
Biaya Masuk:
- Gratis
Jam Buka:
- Buka Setiap Hari Dari 09:00 - 17:00