“Kagumi "Hutan Pohon Beringin" (pohon Nikrot) raksasa yang menjadi asal mula nama candi ini, dan berikan penghormatan di "Kuil Chao Pho Thep," sebuah situs sakral yang dibangun dengan batu laterit di atas fondasi prang kuno bergaya Khmer.”
Candi Nikrot (Nikrot Temple), dengan kata “Nikrot” yang berarti pohon beringin, merupakan sebuah candi kuno yang tidak memiliki catatan sejarah yang jelas mengenai pendiriannya. Namun, survei arkeologi terhadap dasar prang batu laterit, artefak kuno, dan tata letak situs menunjukkan bahwa tempat ini pernah berfungsi sebagai tempat suci keagamaan yang penting selama periode Lopburi di bawah pengaruh Khmer yang kuat. Seiring berjalannya waktu, situs ini kehilangan kepentingannya dan akhirnya terbengkalai. Saat ini, Candi Nikrot telah secara resmi terdaftar sebagai Monumen Kuno Nasional oleh Departemen Seni Rupa Thailand.
Apa yang membuat Candi Nikrot dikenal luas di kalangan penduduk setempat adalah legenda sejarah dan tradisi lisan, yang menceritakan bahwa situs tersebut pernah digunakan sebagai tempat eksekusi bagi tokoh-tokoh penting atau tahanan politik selama pergolakan politik setelah masa pemerintahan Raja Narai yang Agung. Cerita-cerita ini memberikan kontribusi pada suasana candi yang khidmat, misterius, dan penuh kekaguman, yang membedakannya dari candi-candi pada umumnya.
Di dalam area candi, pengunjung masih dapat melihat reruntuhan prang dan struktur batu laterit, yang kini terjalin dengan akar raksasa dari pohon beringin purba. Akar-akar ini merayap di sepanjang dinding dan fondasi, menciptakan gambaran visual yang kuat tentang alam yang mengambil kembali sejarah dan menyatu secara mulus dengan sisa-sisa masa lalu.
Di jantung situs ini berdiri Kuil Chao Pho Thep, yang awalnya merupakan struktur kayu sebelum dibangun kembali dengan batu laterit pada tahun 1934 oleh Departemen Teknik Angkatan Darat Kerajaan Thailand. Diyakini bahwa Chao Pho Thep pernah disemayamkan di dalam salah satu prang kuno di Candi Nikrot dan telah lama dihormati oleh penduduk setempat, terutama untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan penjagaan spiritual.
Bagi penggemar sejarah, fotografer, dan pelancong yang mencari destinasi tersembunyi yang atmosferik, Candi Nikrot adalah tempat yang luar biasa untuk dijelajahi. Meskipun lokasinya tidak jauh dari Candi Tong Pu, tempat ini terasa terpencil dan terputus dari dunia luar. Situs ini menawarkan pengaturan yang ideal untuk mempelajari arsitektur batu laterit kuno dan untuk meresapi narasi sejarah yang jarang ditemukan di atraksi wisata utama.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Berkendaralah melewati Candi Tong Pu ke arah timur sejauh sekitar 500 meter di sepanjang jalan kecil. Ikuti rambu penunjuk jalan menuju Kuil Chao Pho Thep dan Candi Nikrot.
Transportasi Umum:
- Cara terbaik adalah dengan naik ojek motor dari depan Sekolah Pibulwitthayalai, karena lokasi ini berada di jalan sekunder yang tidak dilewati oleh bus.
Perjalanan
Waktu Terbaik:
- Jam siang hari sangat disarankan karena kanopi pohon yang lebat membuat lokasi ini cukup gelap dan teduh.
Aktivitas:
- Berikan penghormatan di kuil dan jelajahi fondasi batu laterit kuno.
Aturan Berpakaian:
- Harap berpakaian sopan untuk menghormati sifat sakral dan bersejarah dari situs ini.
Situs Terdekat:
- Dapat dengan mudah digabungkan dengan kunjungan ke Candi Tong Pu dan Istana Raja Narai.
Biaya Masuk
-
Masuk gratis.
Jam Operasional
-
Buka setiap hari (Kunjungan yang disarankan: 08:00 – 17:00).