“Negeri ajaib lautan kabut dan taman bunga di puncak bukit yang menawarkan pemandangan panorama, aktivitas petualangan populer, dan pengalaman unik menginap di tenda di lereng gunung.”

Mon Jam (Mon Jam) adalah destinasi liburan terkenal yang terletak di punggung gunung di area desa Hmong Nong Hoi. Awalnya, tanah ini adalah hutan yang terdegradasi yang digunakan untuk perladangan berpindah. Namun, melalui rahmat Raja Bhumibol Adulyadej yang Agung, yang mendirikan Pusat Pengembangan Proyek Kerajaan Nong Hoi, tanah ini dihidupkan kembali menjadi pusat pertanian beriklim sedang yang berkembang pesat. Terletak di ketinggian sekitar 1.350 meter di atas permukaan laut, Mon Jam menikmati iklim sejuk sepanjang tahun, menjadikannya tujuan utama bagi mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota dan menghirup udara gunung yang murni.

Ikon dan simbol unik Mon Jam adalah pemandangan panoramanya, di mana Anda dapat melihat rangkaian pegunungan yang kompleks sejauh mata memandang. Jalan setapak yang aman di sepanjang tepi tebing disediakan bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan. Setibanya, tempat yang wajib dikunjungi pertama adalah ladang bunga musim dingin yang ditanam berteras-teras di sepanjang lereng. Bunga-bunga ini berubah spesies sesuai dengan musim, seperti Verbena ungu cerah, Cosmos, dan Krisan putih. Keindahan taman-taman ini adalah daya tarik utama yang harus diabadikan oleh setiap wisatawan dalam ingatan mereka.

Untuk kegiatan yang menawarkan kegembiraan dan mencerminkan identitas lokal, Formula Hmong (go-kart kayu) adalah suatu keharusan untuk dicoba. Kereta kayu bertenaga gravitasi ini berlomba menuruni bukit, menampilkan kearifan dan permainan tradisional masyarakat Hmong yang diadaptasi untuk pariwisata modern. Selain itu, kegiatan agrowisata seperti memetik stroberi segar dan mengunjungi kebun sayur berteras adalah sorotan utama. Anda dapat melihat berbagai sayuran beriklim sedang seperti kubis ungu, wortel, dan baby bok choy, yang dikirim ke dapur Proyek Kerajaan untuk disajikan sebagai makanan segar dan organik bagi pengunjung.

Daya tarik yang menarik wisatawan untuk bermalam di bukit ini adalah menginap di tenda kubah atau tenda ber-AC mewah yang bertengger di sisi tebing. Di pagi hari, suasananya seringkali tertutup oleh lautan kabut putih tebal dan lembut yang melayang tepat melewati tenda Anda, menciptakan perasaan berada di surga di bumi. Kegiatan malam yang tak boleh dilewatkan adalah berkumpul untuk Moo Krata (BBQ Thailand) di puncak gunung dalam udara dingin suatu budaya perjalanan unik yang memberikan kehangatan dan kegembiraan bagi keluarga dan pasangan.

Saat ini, Mon Jam bukan hanya titik pandang tetapi juga pusat kafe di tepi tebing yang dirancang dengan indah untuk selaras dengan alam. Turis dapat menyesap kopi lokal segar sambil menikmati pemandangan gunung 360 derajat. Perpaduan sempurna antara gaya hidup suku perbukitan tradisional dan pengelolaan pariwisata modern membuat tempat ini sangat menawan. Apakah Anda seorang fotografer yang mencari cahaya sempurna, seorang petualang yang mencari sensasi, atau seseorang yang membutuhkan ruang yang tenang untuk menyembuhkan jiwa, Mon Jam siap memberikan kenangan yang mengesankan bagi semua orang kapan saja.

Kami mengundang Anda untuk merasakan angin sejuk, mengagumi keindahan ladang bunga, dan mempelajari cara hidup sederhana namun bahagia di puncak Mon Jam tempat kebahagiaan berada dalam jangkauan.

6 Landmark Populer dan tempat check-in yang wajib dikunjungi di Mon Jam

  • Titik Pandang Mon Jam: Titik tertinggi dan dek observasi utama area tersebut. Menawarkan pemandangan panorama 360 derajat dari pegunungan sekitarnya, menampilkan taman bunga dekoratif dan restoran yang bertengger di sepanjang tepi tebing.

  • Taman Bunga Yingyong: Saat ini taman bunga paling terkenal di media sosial. Menonjol dengan jalan kayu panjang yang dibangun di sepanjang punggung gunung yang tinggi, membuat foto Anda terlihat seperti berjalan di langit di tengah lautan kabut.

  • Rai Yod Mei: Tempat populer untuk mengagumi ladang bunga berwarna-warni yang ditanam berteras-teras menuruni lereng bukit. Ini juga merupakan lokasi paling terkenal bagi wisatawan untuk merasakan Formula Hmong (go-kart kayu).

  • Taman Botani Ratu Sirikit: Terletak di pangkalan sebelum mencapai Mon Jam, tetapi wajib dikunjungi untuk Canopy Walkway jalan setapak di atas pohon terpanjang di Thailand, menawarkan pemandangan hutan yang menakjubkan dari atas.

  • Pongyang Jungle Coaster: Surga bagi para pencari petualangan. Menampilkan "Jungle Coaster" yang terkenal (kereta rel yang dikendalikan sendiri melalui hutan) dan kafe tepi air terjun yang indah dengan suasana yang menyegarkan.

  • Ladang Stroberi Ban No Lae: Pusat perkebunan stroberi berteras yang tersebar di sekitar Mon Jam. Selama musim dingin, Anda dapat berjalan melalui barisan dan memetik stroberi segar langsung dari tanaman.


Cara Menuju ke Sana
  • Mobil Pribadi: Dari kota Chiang Mai, ambil rute Mae Rim (Jalan Raya 107) dan belok kiri ke Jalan Mae Rim-Samoeng (Jalan Raya 1096). Ikuti rambu untuk Proyek Kerajaan Nong Hoi. Jalannya beraspal tetapi curam dan berliku-liku di beberapa bagian.

  • Transportasi Umum: Anda dapat menyewa Truk Merah (Songthaew) atau van dari kota. Alternatifnya, naik bus rute tetap berwarna kuning dari Pasar Chang Phuak ke Mae Rim dan transfer ke kendaraan lokal ke atas gunung.

  • Sepeda Motor: Ideal bagi mereka yang ingin menyerap suasana di sepanjang jalan, tetapi berhati-hatilah karena pendakiannya cukup curam.


Perjalanan
  • Musim Kunjungan Terbaik: Oktober hingga Januari adalah yang terbaik untuk cuaca dingin dan lautan kabut. Agustus hingga September menawarkan pegunungan hijau subur dan kabut musim hujan yang indah.

  • Persiapan: Bawa jaket, topi, dan kacamata hitam. Pagi hari bisa sangat dingin bahkan di musim panas.

  • Fotografi: Jam-jam keemasan (06:30 - 08:00) adalah yang terbaik untuk lautan kabut, sementara cahaya sore sebelum matahari terbenam menciptakan nada lembut di ladang bunga.

  • Makanan & Budaya: Cicipi stroberi segar dari pertanian dan Moo Krata di puncak gunung. Dukung masyarakat dengan membeli kerajinan tangan suku perbukitan.

  • Perencanaan: Beberapa zona populer memiliki akses mobil pribadi yang terbatas selama jam-jam sibuk; Anda mungkin perlu menggunakan layanan antar-jemput komunitas untuk mencapai titik pandang tertinggi.


Biaya Masuk:

  • Tidak ada biaya masuk ke area desa.
  • Biaya masuk bervariasi untuk objek wisata lainnya (silakan bertanya ke tempat tersebut).

Jam buka:

  • Buka setiap hari: 6:00 AM – 6:00 PM
  • Menginap diizinkan 24 jam sehari.

Mon Jam

Bagikan

Pusat Pengembangan Proyek Kerajaan Nong Hoi, Kecamatan Mae Raem, Distrik Mae Rim, Chiang Mai Map

Daftar 0 ulasan |

Buka sekarang

14

Rekomendasi perjalanan

Kelola perjalanan Anda

Delete

Semua ulasan

(Daftar 0 ulasan)

Tempat Terdekat

Air Terjun Tat Mok Air Terjun Tat Mok

(Daftar 0 ulasan)

Jarak 4.55 Kilometer

Maesa Elephant Camp Maesa Elephant Camp

(Daftar 0 ulasan)

Jarak 6.87 Kilometer