“Carilah keberuntungan dari dewa terkenal Er Ge Feng dan Chuchok yang legendaris, dan terima berkat dari "Phra Ajarn Dang," biksu terkenal yang dikenal karena berkat "Jari Keberuntungan" yang populer di kalangan selebriti.”
Kuil Pom Raman (Pom Raman Temple) adalah kuil dengan signifikansi sejarah dan spiritual yang telah lama berdiri, dengan namanya tercatat dalam catatan sejarah sejak masa pemerintahan Raja Naresuan Agung. Awalnya, daerah ini merupakan lokasi benteng yang dibangun oleh orang Ramanya (Mon), yang memainkan peran penting dalam melindungi Ayutthaya dari arah timur laut. Hal ini mencerminkan hubungan erat antara masyarakat Thai dan Mon di masa lalu, terutama dalam hal kerja sama militer, pemukiman, dan warisan budaya bersama.
Meskipun waktu telah berlalu dan hanya sebagian dari benteng kuno yang tersisa, area kuil masih mempertahankan rasa sakral dan kekuatan spiritual yang kuat. Kualitas-kualitas ini telah diturunkan hingga saat ini melalui benda-benda suci, kepercayaan lokal, dan pengaruh spiritual dari kepala biara yang berurutan, menjadikan Wat Pom Ramany tidak hanya sebagai situs keagamaan tetapi juga sebagai pusat keyakinan dan harapan bagi banyak pengunjung.
Kuil ini terkenal luas karena reputasinya dalam hal pesona, keberuntungan, dan kemakmuran. Tokoh-tokoh suci penting seperti Por Pu Yi Kor Hong dan Chuchok Mahalarp dihormati oleh para pemuja yang datang untuk berdoa memohon keberuntungan, kesuksesan dalam bisnis, kemajuan karier, dan negosiasi yang lancar. Diyakini bahwa menyembah tokoh-tokoh ini dapat membantu membuka peluang baru dan meningkatkan takdir seseorang menuju kesuksesan.
Di dalam area kuil berdiri sebuah aula penahbisan baru, yang dirancang dengan indah dalam gaya yang sederhana namun elegan. Ini berfungsi sebagai tempat untuk upacara-upacara Buddhis penting dan telah lama menjadi pusat spiritual dan sosial bagi masyarakat setempat. Suasana di sekitarnya tenang dan rindang, namun dipenuhi dengan keyakinan yang kuat. Pada akhir pekan dan hari-hari baik, sejumlah besar umat mengunjungi kuil untuk memberikan penghormatan mereka.
Fitur khas lain dari Kuil Pom Raman adalah kehadiran Phra Ajarn Daeng (Phra Khru Kasem Chanthawimon), yang terkenal karena menerapkan prasasti daun emas suci di wajah dan menulis tato yantra untuk meningkatkan keberuntungan, karisma, dan kepercayaan diri dalam hidup. Terlepas dari banyaknya pengunjung, kuil ini terorganisasi dengan baik, memungkinkan para penyembah merasa tenang, nyaman, dan terangkat secara spiritual selama kunjungan mereka.
Dengan demikian, Kuil Pom Raman telah menjadi tujuan penting bagi para pencari spiritual, pebisnis, dan wisatawan yang tertarik pada keyakinan dan sejarah Thai-Mon. Daerah di sekitar kuil masih mencerminkan gaya hidup tradisional masyarakat tepi kanal, memperkaya kunjungan dengan pemenuhan spiritual dan wawasan budaya.
Pengunjung diundang dengan hangat untuk mengalami Kuil Pom Raman, untuk menerima berkat, menemukan legenda keyakinan yang hidup, dan menemukan sumber kekuatan batin yang dapat membantu membimbing hidup mereka ke depan dengan keyakinan dan harapan baru.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Dari Jalan Raya Asia, masuk ke Ayutthaya dan menuju rute Wat Maheyong-Wat Kudi Dao, lalu ikuti rambu ke Suan Phrik. Kuil ini terletak sedikit di luar jalan utama.
Tuk-Tuk Berkepala Katak:
- Dapat disewa dari stasiun kereta api atau pasar. Mintalah Wat Pom Raman. Disarankan untuk menyimpan nomor pengemudi untuk perjalanan pulang.
Sepeda Motor Sewa:
- Jalannya beraspal dan mudah dinavigasi, meskipun menggunakan aplikasi navigasi direkomendasikan untuk belokan kecil yang mengarah ke kuil.
Perjalanan
Waktu Terbaik untuk Berkunjung:
- Untuk bertemu Phra Ajarn Dang untuk ritual, datanglah lebih awal (07:00 – 08:30) karena antriannya bisa sangat panjang.
Persiapan:
- Untuk persembahan tertentu, kopi hitam adalah tradisional untuk Er Ge Feng, dan berbagai macam buah-buahan adalah umum untuk persembahan umum.
Fotografi:
- Patung-patung Chuchok dan Er Ge Feng fotogenik, tetapi harap tetap menghormati mereka yang berdoa.
Budaya Lokal:
- Selama festival Buddhis besar, Anda mungkin melihat upacara pembuatan jasa gaya Mon yang langka.
Perencanaan:
- Terletak di zona yang sama dengan Wat Maheyong dan Wat Kudi Dao, ini sempurna untuk tur spiritual dan sejarah gabungan.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Thai: Gratis
-
Pengunjung Asing: Gratis
Jam Buka
-
Buka setiap hari dari 08:00 – 17:00