“Gerbang kota kuno dengan plaza aktivitas yang luas, menampilkan tembok bata merah ikonik yang merupakan tempat foto populer dan pusat utama untuk festival tradisional besar Chiang Mai.”
Gerbang Tha Phae (Tha Phae Gate) awalnya dikenal sebagai Pratu Chiang Rueak. Nama Tha Phae (berarti 'Dermaga Rakit') berasal dari peran historis daerah tersebut sebagai titik pendaratan dan distribusi kargo utama dari Sungai Ping. Ini adalah salah satu dari lima gerbang kota bagian dalam Kota Bertembok Chiang Mai
Sejarah dan Restorasi:
- Didirikan bersamaan dengan pendirian Chiang Mai oleh Raja Mangrai pada tahun 1296. Di masa lalu, gerbang ini merupakan titik strategis ekonomi yang vital, berfungsi sebagai rute utama yang menghubungkan kota dengan wilayah Sungai Ping, yang merupakan dermaga untuk transportasi kargo dan pusat komersial untuk pedagang Tiongkok dan asing. Namun, seiring waktu, tembok asli runtuh. Pada tahun 1985, Pemerintah Kota Chiang Mai, bekerja sama dengan Departemen Seni Rupa, memulihkan Gerbang Tha Phae berdasarkan bukti sejarah dan foto-foto lama dari masa pemerintahan Raja Rama V. Tembok bata oranye yang terlihat saat ini merupakan perpaduan sempurna antara fondasi kuno dan desain arsitektur yang meniru bentuk aslinya, berfungsi sebagai monumen sejarah untuk generasi mendatang.
Tempat Foto Populer:
- Saat ini, Gerbang Tha Phae telah menjadi simbol kunjungan ke Chiang Mai yang harus dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia. Tempat foto yang paling unik adalah di sepanjang bentangan tembok bata merah, dengan sorotan berupa "foto burung merpati yang berkibar di udara" saat wisatawan berpose sambil berjalan melewati gerbang—sudut pandang yang mencerminkan kebebasan dan vitalitas kota tua. Selain itu, sinar matahari pagi dan sore membantu meningkatkan warna-warna cerah bata dan memberikan kelembutan khusus, menjadikannya ideal untuk fotografi potret dan arsitektur. Plaza luas di depan gerbang juga sering digunakan untuk pertunjukan budaya dan dekorasi meriah, seperti Festival Yi Peng atau Songkran, yang memberikan perspektif fotografi yang beragam dan selalu berubah sepanjang musim.
Tha Phae Walking Street:
- Setiap Minggu malam, area di sekitar Gerbang Tha Phae berubah menjadi titik awal dari "Tha Phae Walking Street," yang merupakan pasar luar ruangan terbesar dan paling terkenal di Thailand Utara. Rute pasar dimulai di Gerbang Tha Phae dan membentang di sepanjang Jalan Ratchadamnoen hingga depan Wat Phra Singh Woramahawihan. Pasar ini merupakan pusat kerajinan tangan yang indah, barang-barang buatan tangan, dan seni rakyat Lanna, serta makanan lokal dan minuman lezat yang tersedia di kedua sisi jalan. Selain perdagangan yang ramai, Tha Phae Walking Street menyediakan ruang bagi pemain jalanan dan seniman lokal untuk memamerkan bakat mereka, menciptakan suasana yang menyenangkan dan ramah. Menjelajahi pasar ini bukan hanya tentang berbelanja tetapi tentang benar-benar membenamkan diri dalam budaya kontemporer Chiang Mai.
Gerbang Tha Phae tidak hanya berfungsi sebagai jalan masuk ke kota tua tetapi juga bertindak sebagai ruang resepsi yang menyambut pengunjung dengan kisah sejarah yang membentang lebih dari tujuh ratus tahun. Pemugaran yang elegan, dikombinasikan dengan kegiatan budaya modern dan ekonomi komunitas melalui jalan kaki, menjadikan Gerbang Tha Phae sebagai jantung vital yang menghubungkan masa lalu yang gemilang dengan Chiang Mai masa kini.
Cara Menuju ke Sana
-
Mobil Pribadi: Anda dapat berkendara ke sisi timur parit kota Chiang Mai (Jalan Kotchasarn). Area parkir pribadi tersedia di area sekitarnya.
-
Transportasi Umum: Red Songthaews (Truk Merah) dapat dipanggil untuk menurunkan Anda di Gerbang Tha Phae dari titik mana pun di kota Chiang Mai, dengan harga mulai dari 30 THB
Perjalanan
-
Waktu Terbaik untuk Foto: Untuk mendapatkan foto yang indah tanpa keramaian, disarankan untuk berkunjung antara pukul 07:00 – 09:00. Sinar matahari pagi memberikan warna terbaik dan cuacanya tidak terlalu panas.
-
Walking Street: Diadakan hanya pada hari Minggu mulai pukul 17:00 – 22:30. Disarankan untuk mengenakan sepatu berjalan yang nyaman dan sediakan setidaknya 2-3 jam untuk menjelajahi sepenuhnya.
-
Kode Etik: Gerbang Tha Phae adalah situs bersejarah yang penting. Harap jangan menulis, memanjat, atau merusak tembok bata. Kami juga meminta kerja sama Anda untuk tidak mengganggu merpati terlalu agresif.
Biaya Masuk:
- Gratis
Jam Buka:
- Buka 24 jam