“Tanah Tiga Budaya dan Tiga Laut — tanjung yang tenang dikelilingi oleh pegunungan kapur dan kehidupan lokal yang otentik.”
Tanjung Laem Sak (Laem Sak Cape) terletak di Kecamatan Laem Sak, Distrik Ao Luek, Provinsi Krabi. Tanjung ini membentang ke Laut Andaman dan dikelilingi oleh air di tiga sisi, menawarkan pemandangan tebing kapur yang menjulang tinggi dan pemandangan pesisir yang tenang. Ini adalah tempat yang damai dan indah yang ideal untuk pecinta alam dan fotografer.
Selain lanskapnya yang menakjubkan, Laem Sak dikenal karena keragaman budayanya — tiga kelompok etnis dan agama telah hidup bersama secara harmonis selama berabad-abad: Buddha Thailand, Muslim Thailand, dan Tionghoa-Thailand (Baba-Nyonya). Pengunjung dapat menjelajahi Wat Mahathat Laem Sak, yang menawarkan pemandangan panorama dari stupanya, atau mengunjungi Kuil Tiongkok Sok Pho Si Ea, sebuah kuil warisan berusia seabad yang terletak di sebuah bukit yang menghadap ke laut.
Kegiatan populer termasuk tur perahu longtail untuk melihat lukisan gua prasejarah — diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun — dan menjelajahi pulau-pulau kecil dan tebing kapur terdekat seperti Khao Lek Khon, formasi batuan unik yang menyerupai paku, yang telah menjadi landmark lokal. Saat air surut, pengunjung dapat berjalan di sepanjang Tuk Na Sai, dataran pasir dan lumpur yang memperlihatkan pemandangan 360 derajat ke laut dan pegunungan.
Tanjung Laem Sak juga dikenal dengan masakan lokal dan produk buatan tangan — jangan lewatkan “nasi goreng terasi,” “makanan penutup Ko Zui,” dan anggur laut segar. Wisatawan juga dapat berpartisipasi dalam lokakarya komunitas, seperti membuat terasi, melukis kain batik, atau mempelajari praktik perikanan dan budidaya tradisional.
Pariwisata di daerah ini dikelola oleh Perusahaan Pariwisata Berbasis Masyarakat Laem Sak, yang mempromosikan CBT (Community-Based Tourism) yang berfokus pada keberlanjutan dan keramahan lingkungan. Ini adalah tempat yang ideal bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya dan ekologi otentik di Thailand selatan.
Cara Menuju ke Sana
Dari Kota Krabi, ambil Jalan Raya No. 4 (Jalan Phetkasem) menuju Ao Luek, lalu belok ke Jalan Ao Luek–Laem Sak. Jarak totalnya sekitar 40 kilometer, membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan mobil untuk mencapai tanjung.
-
Dari Bandara Krabi: Sekitar 1 jam 15 menit dengan mobil.
-
Dari Ao Nang atau Kota Krabi: Taksi pribadi, tur lokal, atau pilihan swakemudi tersedia dan nyaman.
Perjalanan
-
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara November dan Mei, saat laut tenang dan cuaca cerah.
-
Kunjungi pada sore hari (sekitar 17:30–18:30) untuk pemandangan matahari terbenam yang paling indah.
-
Bawa tabir surya, topi, dan air, karena area tanjung terbuka dan cerah.
-
Periksa jadwal pasang surut jika Anda ingin berjalan di Tuk Na Sai saat air surut.
-
Menginap di homestay lokal atau resor butik, seperti Bulan Anda Baba, menawarkan pengalaman budaya yang lebih mendalam.
Biaya Masuk:
- Gratis
Kegiatan seperti tur perahu dan lokakarya komunitas dikenakan biaya sekitar 300–800 THB per orang, tergantung pada paket yang dipilih.
Jam Buka:
- Buka setiap hari, 07:00 – 18:00
Tur perahu dan lokakarya dapat dipesan langsung dengan kelompok Pariwisata Berbasis Masyarakat Laem Sak.